Page 65 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 FEBRUARI 2020
P. 65

Title          ISTANA JELASKAN SISTEM UPAH PER JAM DAN KONTRAK OMNIBUS LAW
               Media Name     cnnindonesia.com
               Pub. Date      22 Februari 2020
                              https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200222053856-32-477019/istana- jelaskan-
               Page/URL
                              sistem-upah-per-jam-dan-kontrak-omnibus-law
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive








               Jakarta - Staf Khusus Presiden Bidang Hukum Dini Shanti Purwono  membantah
               penerapan sistem  upah  per jam yang tertuang dalam draf  Omnibus Law
               Rancangan Undang-undang Cipta Kerja bakal merugikan pekerja.

                Penerapan sistem ini sebelumnya dikritik lantaran dianggap merugikan pekerja
               yang bekerja kurang dari 40 jam seminggu karena upahnya otomatis akan di bawah
               upah minimum.

               Namun menurut Dini, penerapan sistem pengupahan per jam itu harus tetap
               dilakukan sesuai kesepakatan kedua pihak.

                "Jadi diberi fleksibilitas untuk sistem pengupahan yang pantas, baik pemberi kerja
               maupun penerima kerja," ujar Dini di gedung Sekretariat Kabinet, Jakarta, Jumat
               (21/2).

                Sementara terkait sistem kerja kontrak, Dini mengklaim pemerintah justru
               memberikan kepastian pada pekerja yang selama ini berstatus kontrak melalui draf
               RUU Ciptaker.

               Berkaca dari pengalaman selama ini, kata Dini, banyak perusahaan yang berbuat
               'curang' dengan terus memperpanjang kontrak kepada pekerja.

               Padahal sesuai UU Ketenagakerjaan, perusahaan dibatasi dua tahun dalam
               menerapkan sistem kontrak pada pekerja.

               "Di lapangan, buruh justru dirugikan karena mereka dikontrak 7-8 tahun. Biasanya
               kasih jeda sebentar kemudian kasih kontrak baru," katanya.

               Untuk itu melalui draf RUU Ciptaker, pemerintah tak lagi mengatur waktu kontrak
               pekerja. Namun pemerintah memberikan proteksi tambahan berupa kompensasi
               bagi pekerja.

                "Dari pada kucing-kucingan, oke kontrak boleh (kami buat) waktunya enggak
               terbatas. Cuma diberi proteksi tambahan," ucap Dini.

               Proteksi itu, lanjut Dini, berupa ketentuan apabila pekerja dikontrak satu tahun lalu
               diputus pada bulan ke-10, maka perusahaan wajib memberikan sisa gajinya selama
               dua bulan. Perusahaan juga harus memberikan kompensasi sebesar satu bulan gaji.




                                                       Page 64 of 223.
   60   61   62   63   64   65   66   67   68   69   70