Page 4 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 JUNI 2019
P. 4
Menurut Dirjen Sugeng ada tiga langkah ke depan yang harus dipertimbangkan oleh
GNB untuk menangani beberapa masalah ketenagakerjaan yang menjadi perhatian
di ILO.
Pertama yaitu memastikan inklusivitas dan efektifitas ILO.
"Kami berpandangan bahwa para anggota GNB harus terus mendesak ILO untuk
mempercepat upayanya mempromosikan penerimaan Instrumen Amandemen 1986
terhadap Konstitusi ILO. Semua wilayah harus diwakili secara setara dalam
Governing Body ILO," kata Sugeng.
Kedua, yaitu GNB perlu melanjutkan upayanya untuk mendukung ILO dalam
memperkuat sistem pengawasan ILO.
"Ini harus bekerja secara adil, transparan dan tidak memihak, termasuk dalam
pemilihan daftar kasus-kasus individual pada Komite tentang Penerapan Standar,"
kata Sugeng.
Ketiga yaitu ILO perlu memberikan dukungan kepada negara-negara anggotanya
dalam upaya mereka untuk mengutamakan agenda yang berpusat pada manusia
sesuai dengan strategi pekerjaan masa depan.
"Kami percaya bahwa peningkatan kemitraan dengan ILO dan konstituen
tripartitnya akan menjadi cara untuk memenuhi tantangan pekerjaan layak yang
dihadapi oleh negara-negara anggota GNB," kata Sugeng.
Selain itu, Indonesia kembali tegaskan fokusnya pada masalah pekerja di wilayah
Arab yang diduduki, khususnya di Palestina.
"Karena masalah ini dekat dengan hati rakyat Indonesia, kami menegaskan kembali
komitmen kami untuk mendukung Negara Palestina dalam mencapai pertumbuhan
ekonomi, pekerjaan yang layak, dan keadilan sosial," kata Sugeng.
Indonesia sangat prihatin dengan situasi perburuhan dan pekerjaan di Palestina
yang terus memburuk. Indonesia juga mengecam keras blokade yang diberlakukan
secara tidak adil oleh Israel di wilayah pendudukan Palestina yang telah sangat
berdampak pada ekonomi dan pasar tenaga kerja Palestina.
Pewarta: Anita Permata Dewi Editor: Yuniardi Ferdinand COPYRIGHT (c)2019 .
Page 3 of 57.

