Page 6 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 JUNI 2019
P. 6
Menaker menjelaskan, pilar ini diwujudkan dengan revitalisasi pendidikan dan
pelatihan vokasi di Indonesia.
Menurut dia, Indonesia perlu pelatihan kerja yang masif untuk mewujudkan SDM
berkualitas dalam jumlah memadai dan persebaran yang relatif merata di berbagai
daerah. Ia pun mencontohkan dengan program pembangunan 1.000 lembaga
pelatihan kerja dan program pemagangan yang bekerja sama dengan industri.
"Kami sedang mendirikan 1.000 pusat pelatihan kerja baru tahun ini untuk
mengatasi skill mismatch dan pengangguran kaum muda," kata Menaker.
Kedua, penguatan institusi/lembaga kerja sama. Menaker menilai untuk
meningkatkan peran seluruh pemangku kepentingan ketenagakerjaan maka
institusi/lembaga dialog sosial harus diperkuat.
Menaker pun menjelaskan, Indonesia terus memperkuat institusi/lembaga kerja
sama pemangku kepentingan ketenagakerjaan. Seperti memperkuat dialog sosial
Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit baik di tingkat nasional maupun daerah,
pembentukan Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional dan pembentukan
Dewan Produktivitas Nasional.
Meski begitu, situasi nasional masing-masing negara sangat berpengaruh terhadap
pola dialog sosial yang dibangun antarpemangku kepentingan.
"Mekanisme dan bentuk dialog sosial nasional harus dikembangkan berdasarkan
keadaan nasional," ujar Menaker.
Ketiga, meningkatkan investasi dalam mewujudkan pekerjaan yang layak dan
berkelanjutan. Dalam hal ini, upaya tersebut dilakukan dengan memperkuat
ekonomi pedesaan.
Menaker menyatakan Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk memperkuat
pembangunan ekonomi pedesaan dengan menyediakan Dana Desa.
"Kami juga telah mengembangkan Desa Migran Produktif (Desmigratif) yang
bertujuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi dan standar hidup para
pekerja migran yang kembali beserta keluarga mereka di desa asal mereka,"
tuturnya.
Menaker juga mendesak International Labour Organization (ILO) untuk memainkan
perannya dalam menciptakan kerja sama multilateral antar negara sehingga
globalisasi ekonomi dapat memberi dampak positif bagi seluruh negara dunia.
"Kita harus mengambil momentum Konferensi Seratus Tahun ILO ini untuk
menghidupkan kembali komitmen kita dan mengambil tindakan tegas untuk
mencapai keadilan sosial, perdamaian abadi, dan stabilitas," kata Hanif.
Page 5 of 57.

