Page 83 - e-Kliping Ketenagakerjaan 17 Juli 2019
P. 83
Melalui lembaga ini ,diharapkan talenta-talenta anak bangsa akan semakin
berkembang. Selain itu, anak-anak bangsa juga dapat membawa Indonesia untuk
bersaing di level internasional.
Menurut Anton, saat ini Kementerian Ketenagakerjaan juga tengah membentuk
Komite Vokasi Nasional, dengan menggandeng Kadin dan Apindo.
Dia berharap pemerintah segera menyelesaikan pembentukan komite ini karena
masalah Vokasi sangat kompleks dan memerlukan koordinasi yg efektif.
"Komite Vokasi Nasional masih dalam proses dan komite ini sangat diperlukan sebab
dua mengatur bagaimana koordinasi antara dua pilar utama vokasi yaitu
pendidikan/pelatihan dan industri," katanya kepada , Senin (15/7/2019).
Wakil Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Bob
Azzam mengaku belum tahu lebih dalam bagaimana cara kerja dan fungsi lembaga
manajemen talenta yang direncanakan Presiden.
"Apa yang jadi landasannya? Diaspora kah? Atau apakah ini seperti BPPT yang
banyak mengirim orang Indonesia pilihan untuk belajar ke luar negeri atau seperti
Singapore yang sudah membuat succession plan untuk pemimpin masa depan,"
ucapnya.
Kendati demikian, dia berharap adanya lembaga manajemen talenta ini dapat
meningkatkan kualitas dan daya saing pekerja di Indonesia.
Di sisi lain, pengamat ketenagakerjaan dari Universitas Krisnadwipaya Payaman
Simanjuntak berpendapat pemerintah memang membutuhkan lembaga khusus
untuk memetakan potensi-potensi yang dimiliki sumber daya manusia.
Dari potensi-potensi itu, dapat dilakukan transfer ilmu kepada SDM di Tanah Air
agar kemampuan dan daya saing bertambah.
"Selama ini talenta di Indonesia banyak yang keluar negeri karena ya tak dihargai di
sini. Makanya perlu ada lembaga yang menarik mereka kembali ke Indonesia.
Namun ini perlu diperjelas seperti apa kinerjanya, jangan sampai tumpang tindih
dengan yang lain sehingga malah menghambat," tutur Payaman.
Page 82 of 89.

