Page 619 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 DESEMBER 2021
P. 619
INDONESIA DAN SWISS KERJA SAMA PERTUKARAN PROFESIONAL MUDA
Pemerintah Indonesia dan Swiss sepakat memperkuat kerja sama pertukaran profesional muda.
Kesepakatan itu tertuang melalui penandatanganan The Agreement on the Exchange of Young
Professional (Persetujuan antara Dewan Federal Swiss dan Pemerintah Republik Indonesia pada
Pertukaran Profesional Muda) pada Selasa (30/11/2021) di Bundeshaus West, Bern, Swiss
sebagaimana siaran pers yang diterima Beritasatu.com.
Penandatanganan dilakukan Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan
Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Kemenaker, Suhartono dan Dubes Vincenzo Mascioli,
Director International Affairs dari Federal Department of Justice and Police (FDJP) State
Secretariat for Migration SEM.
Dirjen Binapenta dan PKK Kemenaker, Suhartono mengatakan, perjanjian ini merupakan tindak
lanjut dari perundingan kemitraan ekonomi komprehensif antara Indonesia dan European Free
Trade Association (Indonesia-EFTA CEPA) yang telah ditandatangani pada tahun 2018 dan
kemudian difinalkan pada tahun 2019.
"Dengan ditandatanganinya perjanjian kerja sama pertukaran profesional muda ini, kedua
negara sepakat untuk saling membuka pasar tenaga kerja bagi profesional muda usia 18 – 35
tahun untuk bekerja di semua sektor di kedua negara dengan tetap memperhatikan aturan,
khususnya aturan terkait tenaga kerja asing yang berlaku di kedua negara," ucapnya.
Nantinya, penempatan dilakukan dengan basis kuota maksimal 50 orang profesional muda dalam
setiap tahun dengan berbasis kontrak kerja antara pemberi kerja dan pekerja, di mana skema
ini telah dimiliki oleh Pemerintah Swiss dengan 14 negara mitra kerja samanya yang salah
satunya adalah Indonesia.
Menurutnya, kesepakatan pemerintah Indonesia dengan pemerintah Swiss ini sangat strategis
bagi Indonesia, terutama dalam rangka memperluas kesempatan kerja, khususnya di luar negeri.
Terlebih untuk sektor-sektor pekerjaan yang pelindungannya cukup baik. Baik itu dilihat dari segi
upah, kondisi pekerjaan, ataupun kondisi hubungan industrial antara pemberi kerja dan tenaga
kerja.
"Hal ini berarti juga bahwa kesempatan kerja bagi profesional muda Indonesia terbuka lebar di
Swiss, yang pada akhirnya dapat menurunkan angka pengangguran Indonesia, meningkatkan
taraf hidup masyarakat, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi. Di lain pihak, kesepakatan ini
juga menjadi peluang bagi Indonesia, untuk lebih percaya diri dalam menggali peluang-peluang
kerja formal yang lebih luas lagi di negara lain," terangnya.
“Kami berharap ini menjadi milestone awal terbukanya skema kerja sama penempatan tenaga
kerja Indonesia di negara-negara mitra kawasan Eropa” imbuhnya.
Dubes RI untuk Swiss, Muliaman Hadad berharap, program Young Professiona l dapat segera
dilaksanakan, sehingga dapat mendukung Indonesia-EFTA CEPA lebih maksimal bagi kedua
belah pihak.
Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini Sumber: BeritaSatu.com
618

