Page 32 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 NOVEMBER 2019
P. 32

Title          SERIKAT PEKERJA: PENGHAPUSAN UMK SISTEMATIS MEMISKINKAN KAUM BURUH
               Media Name     kompas.com
               Pub. Date      26 November 2019
                              https://money.kompas.com/read/2019/11/26/063900626/serikat-pekerja--pe nghapusan-
               Page/URL
                              umk-sistematis-memiskinkan-kaum-buruh
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative








               Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menolak wacana Kementerian
               Ketenagakerjaan (Kemenaker) yang akan meninjau skema pengupahan terhadap
               buruh di kabupaten/kota.

               Hal itu dinilai membuka kemungkinan penghapusan Upah Minimum Kabupaten/Kota
               ( UMK) dan hanya mengacu pada Upah Minimum Provinsi (UMP).

               Presiden KSPI Said Iqbal menegaskan, hal tersebut bertentangan dengan Undang-
               Undang Ketenagakerjaan, dan secara sistematis akan memiskinkan kaum buruh.

               "Dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan diatur bahwa upah minimum terdiri atas
               upah minimum berdasarkan wilayah provinsi atau kabupaten/kota," katanya dalam
               keterangan tertulis, Jakarta, Senin (25/11/2019).

               Menurut dia, upah minimum berdasarkan wilayah kabupaten/kota sudah
               berlangsung berpuluh-puluh tahun yang lalu. Said menyatakan, tidak masuk akal
               apabila UMK hendak dihapuskan, karena akan memicu perusahaan berlomba-lomba
               membayar upah buruh hanya sesuai UMP.

               Padahal UMP terkadang lebih kecil daripada UMK. Sebagai contoh, UMP Jawa Barat
               pada tahun 2019 adalah sebesar Rp 1,668,372. Sementara itu, UMK Jawa Barat
               tahun 2019 yang tertinggi ada di Kabupaten Karawang, yakni Rp 4.234.010.
               Sedangkan yang terendah terdapat di Kabupaten Pangandaran, sebesar Rp
               1.714.673.

               "Jika UMK ditiadakan, maka buruh di Karawang yang selama ini upahnya Rp 4,2 juta
               hanya mendapatkan upah Rp 1,6 juta. Apa yang bisa dikatakan untuk kebijakan
               semacam ini kalau bukan ngawur dan secara sistematis memiskinkan kaum buruh,"
               tegasnya.

               Pada kesempatan itu KSPI juga meminta UMK tahun 2020 naik sebesar 15 persen.
               Tak hanya itu, mereka juga mendesak Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota
               (UMSK) yang nilainya di atas UMK juga segera ditetapkan.

               Buruh meminta agar Kepala Daerah berani menunjukkan keberpihakannya kepada
               kaum buruh dengan menetapkan UMK di atas PP 78/2015.





                                                       Page 31 of 127.
   27   28   29   30   31   32   33   34   35   36   37