Page 52 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 NOVEMBER 2019
P. 52
Title SOAL TKI ILEGAL, GUBERNUR NTT: KALAU SUKSES SYUKUR, JIKA TEWAS DIKUBUR
Media Name kompas.com
Pub. Date 26 November 2019
https://regional.kompas.com/read/2019/11/26/13383081/soal-tki-ilegal-g ubernur-ntt-
Page/URL
kalau-sukses-syukur-jika-tewas-dikubur?page=all
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Gubernur Nusa Tenggara Timur ( NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat mengaku prihatin
atas banyaknya tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal asal Nusa Tenggara Timur (NTT)
yang meninggal dunia di Malaysia.
Dia menyayangkan warga NTT memilih menjadi TKI ilegal di luar negeri karena
menjadi TKI ilegal tidak mendatangkan keuntungan bagi para pekerja itu sendiri.
"Ini kan akibat mereka yang mau menjadi TKI ilegal. Jadi kalau mereka meninggal
di sana, ya sudah kita tinggal kubur saja mereka, mau apalagi," kata Viktor kepada
Kompas.com, Selasa (26/11/2019).
Viktor mengaku, pihaknya selama ini kesulitan mendeteksi keberadaan TKI ilegal
asal NTT, baik yang bekerja di Negeri Jiran maupun di luar negeri.
"Mereka kan TKI ilegal. Kita tidak tahu mereka tinggal di mana. Kalau tidak terdata,
bagaimana kita mau tahu keberadaan mereka," ujarnya.
Menurut dia, kebanyakan TKI ilegal yang dikirimkan ke luar negeri kerap menjadi
korban human trafficking. Kasus meninggalnya TKI ilegal tidak akan berhenti dari
tahun ke tahun.
"Polisi Malaysia saja kewalahan karena saat dikejar, mereka terus menghindar dan
kabur ke hutan," ujarnya.
Dia mengaku, guna menekan kasus human trafficking terjadi pada pekerja asal NTT,
pihaknya akan berkoordinasi dengan BNP2TKI dan Kementerian Ketenagakerjaan.
"Sekarang ini kita tidak tahu sehingga kita tunggu saja kalau dia hidup makmur dan
sejahtera kita ucapkan syukur alhamdulilah. Kalau meninggal ya kubur. Mau apa
lagi, karena tidak ada upaya lain," ujar Viktor.
Diberitakan sebelumnya, selama kurun waktu Januari-November 2019, tercatat
ratusan TKI ilegal asal NTT meninggal dunia di Malaysia.
Kepala Balai Pelayanan Penempatan Perlindungan TKI (BP3TKI) Kupang, Siwa,
Page 51 of 127.

