Page 104 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 09 SEPTEMBER 2019
P. 104
Di sisi lain, kata Hanif, pemerintah sesungguhnya juga melihat peluang terciptanya
lapangan kerja baru pada era Revolusi Industri 4.0.
Oleh karena itu, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah mengeluarkan
berbagai kebijakan dan program untuk meningkatkan akses dan mutu pelatihan
vokasi guna menyiapkan SDM kompeten dan berdaya saing.
"Pengembangan kompetensi SDM menjadi sangat strategis dan harus dilakukan
pemerintah bersama-sama dengan seluruh komponen masyarakat untuk tujuan
lebih produktif," kata Menaker.
Hal itu dia sampaikan saat memberikan sambutan di acara Musyawarah Nasional
XIII Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) 2019 di Balikpapan,
Kalimantan Timur, Sabtu (7/9/2019).
Berbagai kebijakan Kemnaker
Hanif mengatakan, kebijakan yang telah dilakukan adalah menetapkan pelatihan
kerja berbasis kompetensi yang inklusif atau tidak mempersyaratkan (batasan) usia
maupun latar belakang pendidikan.
Tujuannya agar masyarakat mempunyai akses atau kesempatan untuk memiliki skill
atau keterampilan.
Ada juga program '3R', yaitu re-orientasi, revitalisasi dan re-branding Balai Latihan
Kerja ( BLK) milik pemerintah.
Program itu ditujukan untuk mempercepat dan masifikasi produksi SDM kompeten di
berbagai bidang kejuruan prioritas, sekaligus meningkatkan relevansi keluaran BLK
sesuai kebutuhan pasar kerja.
"Kejuruan di berbagai BLK pun telah disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja di
era Revolusi Industri 4.0," ujar dia dalam keterangan tertulis yang diterima
Kompas.com, Sabtu (7/9/2019).
Misalnya, kata Hanif, kejuruan menjahit yang telah ditingkatkan menjadi kejuruan
fashion technology. Jurusan ini bukan hanya melatih peserta agar terampil menjahit,
tetapi terampil mendesain, memproduksi, hingga memasarkan produk yang dibuat.
Ada pula program 'Triple Skilling', yaitu skilling, up-skilling, dan re-skilling. Skilling
merupakan pelatihan bagi calon tenaga kerja yang belum siap untuk bekerja.
Program itu merupakan bridging program akibat lulusan pendidikan formal yang
tidak sesuai dengan kebutuhan kompetensi yang dibutuhkan di dunia usaha atau
industri.
Kemudian up-skilling merupakan pelatihan bagi pekerja yang ingin meningkatkan
kompetensi ataupun karirnya.
Page 103 of 146.

