Page 107 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 09 SEPTEMBER 2019
P. 107

"Kejuruan di berbagai BLK pun telah disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja di
               era Revolusi Industri 4.0. Misalnya kejuruan menjahit yang telah di upgrade menjadi
               kejuruan fashion technology, yang melatih peserta bukan hanya agar terampil
               menjahit, tetapi terampil mulai dari mendesain, memproduksi sampai dengan
               memasarkan produk yang dibuat," ujarnya.

               Ketiga, program "Triple Skilling", yaitu Skilling, Up-skilling dan Re-skilling. Skilling
               merupakan pelatihan bagi calon tenaga kerja yang belum siap untuk bekerja.
               Program ini merupakan bridging program akibat lulusan pendidikan formal yang
               mismatch dengan kebutuhan kompetensi yang dibutuhkan di dunia usaha/ industri.

               Sedangkan Up-skilling merupakan pelatihan bagi pekerja yang ingin meningkatkan
               kompetensi ataupun kariernya. Re-skilling merupakan pelatihan bagi pekerja yang
               terdampak PHK atau kehilangan pekerjaan maupun alih profesi (karir baru)
               sehingga tetap bisa mendapatkan pekerjaan.

               Kebijakan lainnya adalah Pemagangan Nasional, yaitu program pemagangan
               berdasarkan jabatan kerja yang telah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo di
               Karawang, Jawa Barat, pada tanggal 23 Desember 2016 lalu.


               Ada juga program Pemagangan Luar Negeri yang dilaksanakan bersama-sama
               dengan perusahaan-perusahaan di luar negeri melalui kerjasama dengan Sending
               Organization (IM Japan, Shikamachi, dll). Melalui program ini diharapkan tenaga
               kerja Indonesia dapat mengembangkan dan memacu dirinya sehingga memenuhi
               standar internasional dan akhirnya mampu bersaing di pasar global.

               "Kami juga ada program BLK Komunitas merupakan langkah terobosan untuk
               mempercepat peningkatan kompetensi SDM Indonesia dengan meningkatkan
               aksesibilitas pelatihan bagi masyarakat yang bertempat tinggal cukup jauh dari
               lokasi lembaga pelatihan kerja, " katanya.

               Menaker Hanif mengakui dalam bidang ketenagakerjaan, RI 4.0 membawa berbagai
               dampak dan tantangan yang harus diantisipasi. Hingga saat ini, Pemerintah terus
               mempersiapkan tenaga kerja Indonesia agar mampu mengikuti perubahan, berdaya
               saing, dan survive di dunia kerja yang berubah.


               "Ada beberapa pekerjaan lama yang hilang, namun diprediksi akan ada pula sekitar
               3,7 juta pekerjaan baru yang muncul. Dunia industri akan mengalami disrupsi dan
               kolaborasi beberapa jenis platform baru, sehingga menghasilkan jenis industri baru.
               hal ini berdampak pada jenis pekerjaan dalam industri tersebut, " kata Hanif.

               Di sisi lain, pemerintah sesungguhnya juga melihat peluang terciptanya lapangan
               kerja baru pada era RI 4.0 dan telah mengeluarkan kebijakan maupun program agar
               SDM Indonesia mampu menangkap peluang-peluang tersebut.










                                                      Page 106 of 146.
   102   103   104   105   106   107   108   109   110   111   112