Page 65 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 09 SEPTEMBER 2019
P. 65
"Inovasi titik letaknya ada pada manusia," ungkapnya.
Namun, kata Hanif, ada sejumlah masalah dan tantangan yang harus kita pahami
bersama secara jernih menyangkut isu pembangunan SDM.
Menurut Hanif, daya saing SDM atau tenaga kerja Indonesia relatif rendah.
Hal itu berpangkal dari luaran pendidikan formal yang belum siap kerja, kualitas
SDM didominasi lulusan berpendidikan rendah, kesenjangan SDM tidak merata,
produktivitas masih rendah, dan pihak industri belum berpihak pada tenaga kerja
yang ada.
Di sisi lain, limpahan bonus demografi pada 2025-2035 diperkirakan sebanyak 70%
berasal dari usia produktif dan 30% berusia muda, antara 15-35 tahun.
"Kuncinya untuk mengelola bonus demografi adalah kesehatan, pendidikan dan
pelatihan vokasi, dan iklim ketenagakerjaan," kata Hanif.
Untuk itu, pihaknya antara lain mendorong peningkatan mutu pelatihan vokasi di
Indinesia.
Hal itu ditempuh dengan melibatkan industri untuk menyusun standar kompetensi
program dan kurikulum pelatihan.
Di bidang kurikulum, pemerintah menggodog penyempurnaan komposisi skill seperti
technical skill, soft skill, dan digital skill.
"Kita juga melakukan reorientasi kejuruan dan program pelatihan disesuaikan
dengan potensi daerah, dan mendorong kerja sama dengan industri dalam
penyelenggaraan pelatihan vokasi," paparnya.
Seminar kali ini merupakan seminar kedua dari rangkaian seminar pramunas XIII
Kagama di lima kota lima pulau, selain di Semarang pada 22 September bertema
pendidikan, selanjutnya digelar di Manado, Medan dan Bali.
Munas Kagama XIII akan diselenggarakan di Bali pada 15-17 November 2019
mendatang yang akan dibuka oleh Presiden Jokowi.
Hasil dari seminar akan disampaikan kepada pemerintah sebagai kontribusi nyata
Kagama untuk pembangunan bangsa.
Seminar ini juga menghadirkan Bambang Satrio Lelono (Dirjen Pembinaan, Pelatihan
dan Produktivitas, Kementerian Ketenagakerjaan), Wahyu Susilo (Direktur Eksekutif
Migrant CARE), dan Aji Erlangga Martawireja (CEO Pengiriman Pemagangan ke
Jepang)
Acara seminar yg dihadiri peserta 700an orang inj turut dihadiri Rektor UGM Panut
Mulyono beserta jajarannya, serta perwakilan Pengda dan Pengcab Kagama se
Kalimantan Timur.
Page 64 of 146.

