Page 79 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 09 SEPTEMBER 2019
P. 79
Title JAWAB TANTANGAN JOKOWI SOAL ERA DISRUPSI, TENAGA KERJA INDONESIA HARUS
DIPERSIAPKAN
Media Name tribunnews.com
Pub. Date 07 September 2019
Page/URL https://www.tribunnews.com/nasional/2019/09/07/jawab-tantangan-jokowi- soal-era-
disrupsi-tenaga-kerja-indonesia-harus-dipersiapkan
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
JAKARTA - Dosen Jurusan Politik dan Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu
Politik UGM , AAGN Ari Dwipayana , mengatakan Indonesia harus menyiapkan diri
menghadapi era disrupsi , dengan memperkuat emerging skill tenaga kerja yang
dibutuhkan.
"Berbagai tantangan di era keterbukaan dan revolusi industri jilid 4.0, penting bagi
kita ikut merefleksikan kondisi dan kesiapan tenaga kerja di era revolusi industri 4.0
ini," kata Ari, Jumat (7/9/2019).
Pernyataan itu menanggapi amanat Presiden Joko Widodo yang mengingatkan
akan kesiapan masyarakat untuk menghadapi era disrupsi yang mengubah
perilaku masyarakat dari semula berkegiatan fisik menjadi dalam jaringan.
Ari menjelaskan, Indonesia mempunyai tantangan memperkuat kualitas pekerja
migran ke luar negeri sehingga bukan hanya menyumbangkan remiten, tetapi juga
mengisi tenaga kerja dengan skill yang tinggi di pasar tenaga kerja global.
Apalagi, Sekretaris Jenderal PP KAGAMA itu mengungkapkan Indonesia sedang
memasuki periode "bonus demografi", dimana 70 persen penduduk Indonesia akan
berada pada usia kerja yang akan mencapai puncaknya pada 2025-2030.
Menurut dia, bonus demografi ini adalah berkah dan modal pembangunan yang
penting, namun di sisi lain akan menjadi bencana jika Indonesia gagal memperkuat
SDM dan juga gagal menyediakan lapangan pekerjaan.
Selain itu, kata dia, Indonesia menghadapi tantangan persaingan ekonomi antar
negara yang semakin sengit. Dalam persaingan itu kuncinya adalah kekuatan
Sumber Daya Manusia (SDM).
"Itulah sebabnya reformasi ketenagakerjaan dari hulu sampai hilir merupakan
keharusan. Apalagi 51 persen tenaga kerja lulusan SD. Di hulu, kita menghadapi
persoalan struktural belum tersambungnya output sistem pendidikan dengan
kebutuhan dunia usaha dan dunia industri," kata dia.
Dia menambahkan, tanpa pembenahan serius dalam pendidikan maka menyisakan
masalah pada kualitas tenaga kerja.
Page 78 of 146.

