Page 89 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 09 SEPTEMBER 2019
P. 89
"Ke depan, ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi juga akan ada database lulusan
apa saja dan kemampuan apa saja yang dibutuhkan. Jadi bisa kami sambungkan
antara pencari dan perusahaan yang membutuhkan lewat database nantinya," kata
Anas, Sabtu (7/9/2019).
Anas juga berharap yang datang ke ajang bursa kerja ini bukan hanya pelamar
kerja dan perusahaan, tetapi juga guru SMK/sederajat maupun pihak perguruan
tinggi.
"Guru dan pihak kampus perlu kemari. Mereka bisa melihat apa saja keterampilan
atau keahlian yang banyak dibutuhkan perusahaan penyedia lapangan kerja. Tren
pekerjaan seperti apa yang kini banyak dicari. Sehingga keterampilan siswa atau
mahasiswa bisa didorong ke sektor tersebut," ujar Anas.
Di sisi lain, Anas mengaku senang sebagian angkatan kerja tidak antusias datang
ke arena Career Expo. Mereka lebih memilih berwirausaha. "Selain Career Expo,
selama ini pemkab telah menginisiasi beragam pelatihan, baik pelatihan ketrampilan
hingga yang berbasis digital. Pemkab Banyuwangi juga memfasilitasi kreativitas
pemuda untuk menciptakan kemandirian ekonomi lewat berbagai ajang seperti
Agribusiness Startup Competition, Santripreneur Festival, fashion festival hingga
hackaton pintar, hingga Banyuwangi Mall," ujarnya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Banyuwangi Syaiful
Alam Sudrajat menambahkan, pada tahun ini terdapat 70 lulusan SMK yang hendak
berangkat ke Malaysia. Mereka bakal bekerja di salah satu perusahaan teknologi
asal negeri jiran yang membuka stan di ajang tersebut.
"Mereka telah menjalani seleksi sejak beberapa bulan lalu. Mereka bakal berangkat
ke Malaysia sekitar sepuluh hari ke depan," kata Alam.
Perusahaan itu juga menyediakan 200 sampai 300 lowongan kerja yang bisa
diakses melalui Banyuwangi Career Expo 2019.
(iwd/iwd)
Page 88 of 146.

