Page 102 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2020
P. 102

lulusan SMA; 16,92 juta atau 12,27 persen lulusan SMK; 3,92 juta atau 2,84 persen lulusan D-
              1/D-2/D-3/Akademi; serta 14,22 juta atau 10,31 persen lulusan S-1/S-2/S-3.

              Fakta  tersebut,  kata  Menaker  Ida,  menjadi  pekerjaan  rumah  yang  harus  diselesaikan  oleh
              pemerintah  pusat  dan  daerah  untuk  meningkatkan  kualitas  sumber  daya  manusia  demi
              pembangunan ketenagakerjaan yang lebih baik.

              Peningkatan kemampuan penting dilakukan karena Indonesia kini tengah memasuki periode
              bonus demografi yang diperkirakan akan mencapai puncaknya pada 2030.

              Menaker mengatakan kondisi itu memberikan peluang besar kepada Indonesia karena pada
              periode  tersebut  angka  ketergantungan  populasi  berada  di  titik  terendah  karena  besarnya
              proporsi usia produktif.

              "Dengan  pembangunan  ketenagakerjaan  yang  baik  diharapkan  kita  dapat  mengoptimalkan
              keuntungan ekonomi yang dapat diperoleh dari periode emas ini," kata dia.
              Tantangan  lain  adalah  masuknya  dunia  ke  Revolusi  Industri  4.0  yang  akan  mengakibatkan
              banyak  pekerjaan  baru  muncul,  dibarengi  dengan  hilangnya  berbagai  pekerjaan  yang  akan
              mengubah kondisi sektor ketenagakerjaan secara drastis.

              Akibatnya, pemerintah harus menyiapkan pembangunan ketenagakerjaan yang sesuai dengan
              kondisi Revolusi Industri 4.0.

              Tidak  hanya  itu,  Covid-19  juga  menghadirkan  tantangan  lain  dalam  pembangunan  sektor
              ketenagakerjaan dengan lebih dari 3 juta pekerja Indonesia terdampak akibat pandemi tersebut.
              (antara).










































                                                           101
   97   98   99   100   101   102   103   104   105   106   107