Page 101 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2020
P. 101
Judul Menaker Jelaskan Tantangan Sektor Ketenagakerjaan di Indonesia
Nama Media inilahkoran.com
Newstrend Penyusunan Rencana Tenaga Kerja
Halaman/URL https://www.inilahkoran.com/berita/56591/menaker-jelaskan-
tantangan-sektor-ketenagakerjaan-di-indonesia
Jurnalis suroprapanca
Tanggal 2020-07-14 19:50:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 7.500.000
News Value Rp 22.500.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
neutral - Ida Fauziyah (Menaker) Tantangan yang pertama adalah fakta bahwa mayoritas
angkatan kerja di Indonesia memiliki pendidikan yang rendah, SMP ke bawah
positive - Ida Fauziyah (Menaker) Dengan pembangunan ketenagakerjaan yang baik diharapkan
kita dapat mengoptimalkan keuntungan ekonomi yang dapat diperoleh dari periode emas ini
Ringkasan
Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan terdapat beberapa
tantangan dalam pembangunan sektor ketenagakerjaan di Indonesia termasuk kenyataan
mayoritas angkatan kerja Indonesia memiliki tingkat pendidikan yang rendah.
MENAKER JELASKAN TANTANGAN SEKTOR KETENAGAKERJAAN DI INDONESIA
Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan terdapat beberapa
tantangan dalam pembangunan sektor ketenagakerjaan di Indonesia termasuk kenyataan
mayoritas angkatan kerja Indonesia memiliki tingkat pendidikan yang rendah.
"Tantangan yang pertama adalah fakta bahwa mayoritas angkatan kerja di Indonesia memiliki
pendidikan yang rendah, SMP ke bawah," kata Menaker dalam diskusi virtual tentang rencana
tenaga kerja (RTK) yang dipantau di Jakarta pada Selasa.
Angkatan kerja Indonesia saat ini didominasi oleh pekerja yang kurang terampil atau low skill
, kata Menaker.
Ketum LDII Abdullah Syam Tutup Usia Menko Polhukam: Tim Pemburu Koruptor Segera
Dibentuk Data Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2020 menunjukkan dari 137,91 juta
orang angkatan kerja saat ini 52,34 juta hanya memiliki pendidikan SD atau 37,95 persen dari
total angkatan kerja; 24,75 juta atau 17,94 persen lulusan SMP; 25,78 juta atau 18,69 persen
100

