Page 155 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2020
P. 155
Judul Survei : 52 persen masyarakat mendukung pengesahan RUU Cipta
Kerja
Nama Media antaranews.com
Newstrend Omnibus Law
Halaman/URL https://www.antaranews.com/berita/1609682/survei-52-persen-
masyarakat-mendukung-pengesahan-ruu-cipta-kerja
Jurnalis Budi Suyanto
Tanggal 2020-07-14 15:55:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Dirjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
negative - Deni Irvani (Direktur Riset SMRC) Sebesar 37 persen menyatakan tidak mendukung,
dan itu cukup banyak juga. Namun, bagi yang tidak memahami RUU Cipta Kerja tidak diberikan
pertanyaan lebih lanjut
positive - Muhammad Rizal (Pengamat Administrasi Publik Universitas Padjadjaran) RUU Cipta
Kerja jika nantinya disahkan punya fleksibilitas untuk mempertahankan, memperbaiki, dan
bahkan menghapus norma lama serta menciptakan norma baru yang lebih ramah investasi. Ini
sangat penting untuk segera dilakukan di Indonesia
neutral - Muhammad Rizal (Pengamat Administrasi Publik Universitas Padjadjaran) Kalau kita
tidak mampu memberikan regulasi yang kompetitif dan menarik buat investor, sangat mungkin
terjadi relokasi bisnis besar-besaran ke wilayah yang lebih kompetitif. Kalau masih di Indonesia
ya mungkin masih oke, tapi kalau ke luar dari Indonesia kan tidak bagus juga
Ringkasan
Survei dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menyebutkan bahwa sebanyak 52
persen masyarakat Indonesia mendukung pengesahan RUU Omnibus Law Cipta Kerja. Direktur
Riset SMRC Deni Irvani dalam webinar diikuti Antara di Jakarta, Selasa mengatakan bahwa
sebanyak 52 persen masyarakat tersebut merupakan sample dari masyarakat yang menyatakan
memahami RUU Cipta Kerja.
SURVEI : 52 PERSEN MASYARAKAT MENDUKUNG PENGESAHAN RUU CIPTA KERJA
Jakarta - Survei dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menyebutkan bahwa
sebanyak 52 persen masyarakat Indonesia mendukung pengesahan RUU Omnibus Law Cipta
Kerja.
Direktur Riset SMRC Deni Irvani dalam webinar diikuti Antara di Jakarta, Selasa mengatakan
bahwa sebanyak 52 persen masyarakat tersebut merupakan sample dari masyarakat yang
menyatakan memahami RUU Cipta Kerja.
154

