Page 95 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 MARET 2020
P. 95

Title          MAHFUD MD: BUKAN MEMPERMUDAH ORANG ASING MASUK INDONESIA
               Media Name     beritasatu.com
               Pub. Date      10 Maret 2020
                              https://www.beritasatu.com/ekonomi/607309/mahfud-md-omnibus-law-bukan-
               Page/URL
                              mempermudah-orang-asing-masuk-indonesia
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive






               Jakarta, Menko Polhukam  Mahfud MD  menegaskan RUU Cipta Lapangan Kerja
               (Ciptaker) yang masuk program  omnibus law  bukan untuk mempermudah orang
               asing masuk Indonesia. RUU itu menyelesaikan bebagai tumpang-tindih peraturan
               yang ada selama ini.

                "  Omnibus law  itu menyederhanakan, jangan pikir itu ideologi. Ada yang
               mengatakan 'wah itu untuk memberi pintu kepada bangsa tertentu',  ndak  ada itu.
               Ketika kita susun  ndak  ingat sama sekali siapa yang mau investasi itu," kata
               Mahfud saat menjadi pembicara pada acara FKK dengan tema meningkatkan Peran
               KMA-BPS dalam Mewujudkan SDM Unggul Indonesia Maju di Jakarta, Selasa
               (10/3/2020).

                Ia mengakui dengan RUU itu, Indonesia memang mau mengundang investor.
               Tujuannya bukan untuk menyingkirkan tenaga kerja Indonesia, tetapi menciptakan
               lapangan kerja sebanyak-banyaknya bagi masyarakat.

                "Saya setuju aja dengan orang mengatakan itu RUU Omnibus Law  jelek  . Ya  ndak
               apa-apa nanti diperbaiki kan mumpung masih dibahas. Tapi kalau sudah disertai
               dengan kecurigaan yang berlebihan sebelum membaca itu yang mungkin tidak
               bagus," jelas Mahfud.

                Dia menyayangkan sejumlah pihak yang belum baca naskahnya tetapi sudah
               menuduh macam-macam. Sikap seperti itu bukan untuk melahirkan solusi bagi
               perbaikan bangsa, tetapi lebih karena rasa kebencian.

                "  Dia menambahkan proses yang ada selama ini, untuk mendapatkan sebuah izin
               sangat lama. Hal itu karena harus melibatkan sejumlah institusi dalam
               menggurusnya. Dengan program  omnibus law  , rantai birokrasi yang panjang itu
               disederhanakan.


                "Mau minta izin kesana, sudah selesai di sini disuruh ke sana lagi, ke sana lagi
               ndak  selesai-selesai. Sudah selesai di sini ternyata belum selesai katanya bea
               cukainya. Selesai kerja kita? oh belum imigrasinya belum. Udah selesai imigrasinya,
               oh perhubungannya belum. Orang kalau begitu malas. Sehingga lalu kita berpikir
               bagaimana itu banyak peraturan tumpang tindih maka pemerintah kemudian
               membuat  omnibus law  ," tutup Mahfud.







                                                       Page 94 of 117.
   90   91   92   93   94   95   96   97   98   99   100