Page 96 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 MARET 2020
P. 96

Title          DRAF RUU CIPTAKER DINILAI RUGIKAN BURUH, SARBUMUSI TARIK PRESIDENNYA DARI
                              TIM PEMBAHAS
               Media Name     rmol.id
               Pub. Date      10 Maret 2020
               Page/URL       https://politik.rmol.id/read/2020/03/10/424796/draf-ruu-ciptaker-dinil ai-rugikan-buruh-
                              sarbumusi-tarik-presidennya-dari-tim-pembahas
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative












               Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (K-
               Sarbumusi) mengapresiasi Kementerian Koordinator Perekonomian RI yang telah
               melibatkan Presiden K-Sarbumusi sebagai dalam anggota tim Koordinasi
               Pembahasan dan Konsultasi RUU Omnibus Law Bidang Ketenagakerjaan.

               Kendati begitu, DPP K-Sarbumusi tetap menyayangkan atas sikap pemerintah dalam
               hal ini Kemenko Perekonomian yang tidak melibatkan Sarikat Pekerja atau sarikat
               Buruh sejak awal penyusunan draf RUU Cipta Lapangan Kerja.


               Melalui pernyataan sikapnya, DPP K- Sarbumusi menilai draf RUU Cipta Lapangan
               Kerja yang telah dikirim oleh pemerintah ke Dewan Perwakilan Rakyat Republik
               Indonesia (DPR RI) banyak merugikan pihak pekerja/buruh.

               "Serta berdampak pada menurunnya tingkat kesejahteraan, perlindungan pekerja,
               serta kebebasan dan kemerdekaan berserikat bagi pekerja/buruh dimasa yang akan
               datang serta pasar kerja liberal dengan membuka kran selebar-lebarnya untuk
               pekerja asing," tegas pernyataan sikap tersebut yang langsung di tand tangani
               Presiden K-Sarbumusi, Syaiful Bahri Anshori.

               Selanjutnya DPP K-Sarbumusi menilai bahwa isi draf RUU Ciptaker telah banyak
               menyimpang dari cita-cita luhur bangsa dalam memajukan kesejahteraan umum
               dan melindungi segenap bangsa Indonesia sebagaimana yang tercantum dan
               diamanatkan oleh Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

               Selain itu, draft dan naskah Akademik RUU Ciptaker secara resmi telah disampaikan
               ke DPR RI sehingga tim tidak lagi berhak dan memiliki kewenangan dalam
               melakukan perubahan RUU tersebut, mengingat kewenangan saat ini ada di DPR RI.

               Oleh karena itu, DPP K-Sarbumusi memandang tidak seharusnya pemenuhan hak-
               hak pekerja/buruh beserta perlindungannya direduksi dan dikontradiksikan dengan
               investasi, tetapi harus sebaliknya, investasi mestinya ditujukan untuk kesejahteraan
               warga negara termasuk pekerja/buruh.









                                                       Page 95 of 117.
   91   92   93   94   95   96   97   98   99   100   101