Page 66 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 29 MARET 2019
P. 66

Ditegaskan Estiarty, Itjen memiliki kewajiban untuk melakukan pengendalian
               gratifikasi di Kemnaker dan saat ini Itjen telah menjalin kerja sama dengan Komisi
               Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam melakukan pengendalian pengendalian
               gratifikasi di lingkungan Kemnaker, termasuk Permenaker Nomor 17 Tahun 2017
               tentang pedoman pengendalian gratifikasi bagi pegawai ASN dan penyelenggara
               negara di Kemnaker.

               "Diharapkan Kadisnaker provinsi/kabupaten/kota, Kepala UPTP selaku kepanjangan
               tangan Kemnaker, proaktif dan berperan serta dalam upaya meningkatkan
               profesionalisme, kualitas dan akuntabilitas dalam pengelolaan APBN di Kemnaker, "
               kata Estiarty.

               Estiarty menambahkan untuk mewujudkan hal tersebut di tahun 2019, salah satu
               langkahnya pimpinan unit kerja pada instansi pemerintah wajib menindaklanjuti
               rekomendasi yang disampaikan dalam laporan hasil pemeriksaan BPK-RI maupun
               Aparatur Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) sebagaimana diatur dalam UU
               Nomor 15 Tahun 2004 tentang pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab
               keuangan negara.

               "Saya harap semua Kadianaker provinsi/kabupaten/kota, Kepala UPTP dan para
               pejabat eselon II Pusat sebagai penanggung jawab DIPA berkomitmen melakukan
               peningkatan profesionalisme, kualitas dan akuntabilitas dalam pengelolaan APBN
               Kemnaker, " katanya.

               Sesuai instruksi Menaker, Estiarty menambahkan Itjen sebagai aparat pengawasan
               intern Kemnaker untuk terus mengawal program, kebijakan pemerintah dan
               pengelolaan keuangan negara dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas agar
               terhindar dari korupsi.

               Sebagai tindak lanjut instruksi kebijakan pengawasan di tahun 2019 Menaker, Itjen
               telah menyusun tujuh kebijakan pengawasan tahun 2019. "Diantara kebijakan
               tersebut yakni meningkatkan kualitas LK dan mempertahankan opini WTP
               pengawasan pada peningkatan kinerja dalam rangka mewujudkan tata kelola
               pemerintah yang baik dan menetapkan sasaran pengawasan didasarkan analisis
               resiko audit yakni satker atau program memiliki resiko tinggi, berskala besar dan
               rawan KKN," katanya.

               Kadisnakertrans Jatim Himawan Estu Bagijo menyambut positif program Kemnaker
               untuk mewujudkan pengelolaan keuangan negara secara profesional, berkualitas,
               akuntabel demi terciptanya pengelolaan keuangan negara yang bersih, transparan
               dan akuntabel. Sebab program tersebut telah dikembangkan oleh Pemprov Jatim di
               seluruh SKPD dengan semboyan CETTAR (Cepat Efektif Tanggap Transparan
               Akuntabel dan Responsif).

               "Kami Disnaker Jatim sangat berterimakasih, seluruh program-program Kementerian
               di kami, teradopsi dan terlaksana dengan baik. Kami sangat welcome dan sangat
               senang terhadap program Kemnaker karena kami selalu berpikir, apapun program



                                                       Page 65 of 124.
   61   62   63   64   65   66   67   68   69   70   71