Page 2 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2019
P. 2
Resume Kliping Berita Ketenagakerjaan
18 November 2019
Berita Terbaru
120
100
80 Positif; 98
60
40
Negatif; 16
20
0
Positif Negatif
NEWSTREND
Judul : PEMBAHASAN UMK BEKASI DIWARNAI VOTING
Sentimen : Positif
Ringkasan
Upah Minimum Kota (UMK) Bekasi 2020 diusulkan naik 8,51 persen menjadi Rp
4.589.708 dari sebelumnya Rp 4.229.756. Padahal, aspirasi buruh di Kota Bekasi
menuntut agar kenaikan upah mencapai 15 persen atau menjadi Rp 4.864.219.
Anggota Dewan Pengupahan Serikat Pekerja Bekasi Rudolf mengatakan, proses
pembahasan UMK berlangsung penuh perdebatan lantaran Asosiasi Pengusaha
Indonesia (Apindo) Kota Bekasi malah mengusulkan tidak ada penetapan UMK pada
tahun depan. Menurut Rudolf, perwakilan pengusaha beralasan, ada sekitar 70
persen pengusaha yang tidak mematuhi untuk membayar gaji pegawai sesuai UMK
2019 dan tidak pernah mendapatkan teguran dari pemerintah.
Perwakilan Apindo Kota Bekasi Nugraha menegaskan, pihaknya bersikukuh menolak
UMK 2020. Dia membenarkan, tujuh perwakilan Apindo tidak mengikuti voting
kenaikan UMK, yang dirasa hanya memenuhi tuntutan kelompok buruh tersebut.
Dia menyatakan, sikap Apindo tersebut diambil lantaran pemerintah, baik provinsi dan
kota belum melakukan evaluasi pelaksanaan UMK 2019. Lantaran Pemprov Jabar
tidak bisa memberikan data evaluasi pelaksanaan UMK 2019, pihaknya sepakat
dalam posisi menolak kenaikan UMK tahun depan. "Di dalam SK gubernur terkait
kenaikan UMK 2019, berlaku untuk 27 daerah kabupaten/kota di seluruh Jabar. Pada
diktum keempat ada jelas-jelas kalimat pengawasan dan pengendalian upah
minimum dilakukan gubernur Jabar dan wali kota (tapi tidak dilaksanakan)," kata
Nugraha.
Page 1 of 211.

