Page 4 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2019
P. 4
"Visa kunjungan wisata tujuannya hanya untuk wisata, tidak untuk bekerja. Nah,
ketika mereka sudah selesai kunjungan wisatanya, mereka overstay di sana dan
kemudian bekerja. Itu yang kemudian menyebabkan mereka undocumented,"
jelasnya.
Yang kedua, para WNI tersebut telah berangkat sesuai prosedur, mendapatkan izin
kerja, tapi kemudian mereka tidak dibekali dengan pemahaman mengenai hukum
keimigrasiaan negara setempat. Sebagai contoh, izin tinggal dan izin bekerja itu
melekat kepada pemberi kerja. Ketika WNI tidak betah bekerja, ia tidak bisa serta
merta pindah majikan. Ia harus lapor ke imigrasi setempat.
"Karena ketidakpahaman mereka, tidak betah bekerja, mereka pindah majikan
tanpa prosedur yang benar sehingga dia menjadi undocumented," terangnya. Judha
lantas mengungkapkan, bahwa kasus tidak betah bekerja adalah kasus yang paling
banyak terjadi, selain gaji yang tidak dibayarkan. Ini mencerminkan bahwa proses
keberangkatan pekerja migran tidak dipersiapkan dengan baik.
"Diberikan pemahaman, mentalnya juga harus dikuatkan, bahwa bekerja ke luar
negeri akan membuat hidup dalam budaya yang berbeda, kultur yang berbeda.
Penguatan itu yang perlu dilakukan, sehingga aspek yang tidak bekerja ini bisa kita
tekan," tuturnya.
Page 3 of 211.

