Page 134 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 08 JULI 2019
P. 134
manufaktur Jawa Tengah (Jateng). Pabrik-pabrik di Jabar dan Jatim yang tutup itu
mungkin bakal merelokasi usahanya ke Jateng. Sebab, di sana UMR-nya lebih
rendah.
Kendala lain yang dihadapi pelaku industri manufaktur adalah SDM. "Sudah saatnya
kualitas SDM ditingkatkan agar mampu menghasilkan produk yang kompetitif,"
ungkapnya. Salah satu caranya, memanfaatkan balai latihan kerja (BLK).
Di tempat yang sama, Ketua Asosiasi Persepatuan Jatim Winyoto Gunawan
menjelaskan bahwa tingginya UMR membuat industri padat karya seperti alas kaki
stagnan. Saat ini ada sekitar 50 pabrik sepatu yang mempunyai sedikitnya 100 ribu
tenaga kerja. Sebagian besar pabrik itu berada di area ring 1 Jatim. Yakni,
Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, dan Pasuruan. Otomatis, UMR-nya tinggi.
Selain sepatu, pabrik mebel mengalami kesulitan untuk tumbuh. Ketua Himpunan
Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Jatim Nur Cahyudi
mengungkapkan, kinerja ekspor mebel pada triwulan pertama ini turun sekitar 26
persen. Penyebabnya, masyarakat lebih memilih mebel buatan Vietnam yang
harganya lebih murah.
"Daya saing mebel Vietnam bagus karena mendapat support dari pemerintahnya,"
ujarnya.
Dukungan itu, antara lain, suku bunga perbankan di Vietnam yang lebih rendah
daripada Indonesia. Pemerintah Vietnam juga memberikan subsidi kepada pelaku
industri yang ingin meremajakan mesin-mesin mereka.
Ekonom dari Universitas Indonesia Fithra Faisal Hastiadi menyatakan bahwa sektor
manufaktur yang berkontribusi 30 persen terhadap PDRB Jatim perlu digenjot.
Peningkatan manufaktur bisa dimulai dengan investasi besar di bidang SDM.
''Peningkatan SDM harus dicari solusinya. Misalnya, perbaikan kurikulum dan rutin
memanfaatkan BLK,'' jelasnya.
Page 133 of 186.

