Page 132 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 08 JULI 2019
P. 132
dalam implementasinya benar-benar berjalan, " katanya.
Usulan revisi UU Ketenagakerjaan mengemuka karena di samping sudah dilakukan
judicial review (uji materil) di Mahkamah Konstitusi (MK) sebanyak 30 kali, UU
Ketenagakerjaan tersebut masih banyak "bolong-bolongnya". Tak hanya itu, kata
Hanif, tantangan masa depan dalam proses bisnis banyak terjadi perubahan
sehingga mempengaruhi dari sisi ketenagakerjaan.
"Itu (alasan) diantaranya, memang kita membutuhkan perbaikan ekosistem
ketenagakerjaan. Kita masih cari masukan dari semua pihak seperti dunia usaha,
serikat pekerja, akademisi, dan masyarakat, " katanya.
Secara berkelakar, Hanif menyebut ekosistem ketenagakerjaanseperti kanebo
kering, terlalu kaku atau, terlalu rigid. "Mau cari pekerja skill susah, proses
hubungan industrial terkesan kurang mengarah kepada apa yang disebut menang-
menangan sehingga masing-masing bertolak dari kekuatan atau power relations
bukan human relations," katanya.
Page 131 of 186.

