Page 122 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JULI 2020
P. 122
Judul Dampak Corona, Ribuan Buruh Di Kabupaten Serang Kena Phk
Nama Media rmolbanten.com
Newstrend Dampak Virus Corona
Halaman/URL https://www.rmolbanten.com/read/2020/07/21/18294/Dampak-
Corona,-Ribuan-Buruh-Di-Kabupaten-Serang-Kena-PHK-
Jurnalis rizki akbar gustaman
Tanggal 2020-07-21 17:28:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 10.000.000
News Value Rp 30.000.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
negative - H. R Setiawan (Kepala Disnaker Kabupaten Serang) Ada beberapa perusahaan yang
melakukan PHK kurang lebih 9.500 yang di-PHK dan dirumahkan dari sembilan pabrik
negative - H. R Setiawan (Kepala Disnaker Kabupaten Serang) Kemungkinan, karena tahun 2020
belum berakhir. Kita juga tidak tahu keberlangsungan Pandemi Covid-19 ini seperti apa
neutral - Ida Fauziyah (Menaker) Pandemi ini telah mengakibatkan 1.7 juta sodara kita yang
harus di PHK dan itu datanya terverifikasi dengan baik. Ada 1.3 juta sodara kita yang di
rumahkan terutama bagi mereka yang kerja di sektir informal
Ringkasan
Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Serang mencatat akibat Pandemik Covid-19 sudah
ada 9.500 karyawan yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Demikian disampaikan Kepala Disnaker Kabupaten Serang H. R Setiawan kepada awak media
di Kota Serang, Selasa (21/7).
DAMPAK CORONA, RIBUAN BURUH DI KABUPATEN SERANG KENA PHK
RMOLBANTEN . Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Serang mencatat akibat Pandemik
Covid-19 sudah ada 9.500 karyawan yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Demikian disampaikan Kepala Disnaker Kabupaten Serang H. R Setiawan kepada awak media
di Kota Serang, Selasa (21/7).
"Ada beberapa perusahaan yang melakukan PHK kurang lebih 9.500 yang di-PHK dan
dirumahkan dari sembilan pabrik," katanya.
Korban dari PHK ini dikatakan Setiawan kemungkinan akan terus bertambah mengingat sampai
saat ini Pandemik Covid-19 masih berlangsung.
"Kemungkinan, karena tahun 2020 belum berakhir. Kita juga tidak tahu keberlangsungan
Pandemi Covid-19 ini seperti apa," ujarnya.
121

