Page 184 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JULI 2020
P. 184

Menurutnya, opini WTP dari BPK merupakan wujud dari komitmen dan tekat setiap jajaran di
              Kemnaker, baik pimpinan maupun staf, untuk senantiasa menggunakan anggaran negara secara
              baik, transparan dan akuntabel.

              "Predikat WTP ini agar bisa kita pertahankan. Yang masih kurang harus terus-menerus kita
              perbaiki di masa mendatang. Kemnaker berkomitmen, apa yang kami lakukan itu harus sesuai
              dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," ujar Ida.

              Ia mengungkapkan, kinerja Kemnaker semakin terlihat membanggakan. Saat kinerja semakin
              membaik, prestasi pun terlihat.

              "Mudah-mudahan  angin  semacam  ini,  terus  kita  tingkatkan  di  waktu  mendatang,"  ujarnya
              didampingi Plt. Sekjen Kemnaker, Budi Hartawan  Ida berharap, pada 2020, seluruh pejabat
              tinggi madya dan pratama mampu melakukan percepatan dari implementasi program kegiatan
              di Kemnaker, termasuk realisasi anggaran Kemnaker.

              "Kita berharap agar output-nya bisa berkualitas, dampaknya bisa dirasakan oleh masyarakat,
              tapi  juga  anggarannya  bisa  dipertanggungjawabkan  sesuai  standar  akuntasi  dan  prosedur
              maupun peraturan perundang-undangan yang berlaku," tambahnya.

              Firman  Agung,  dalam  sambutannya  mengatakan,  tahun  ini,  berdasarkan  ketentuan  UU
              Keuangan Negara dan UU APBN, pemerintah menyampaikan laporan keuangan sebagai wujud
              pertanggungjawaban  pelaksanaan  APBN  untuk  diperiksa  oleh  BPK.  Laporan  keuangan  yang
              disampaikan terdiri  dari 87  laporan  kementerian  dan  lembaga,  termasuk  Laporan  Keuangan
              Bendahara Umum keuangan Negara (LKBUN) dan LKPP yang mengkonsolidasi seluruh LKKL dan
              LKBUN tersebut  Firman mengatakan, LKPP tahun 2019 mencakup tujuh komponen laporan
              keuangan, yaitu laporan realisasi anggaran, laporan perubahan saldo anggaran lebih, neraca,
              laporan operasional, laporan perubahan equitas, laporan arus kas, dan catatan atas laporan
              keuangan. (*).








































                                                           183
   179   180   181   182   183   184   185   186   187   188   189