Page 186 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JULI 2020
P. 186

program  pelatihan  dan  melakukan  sinergi  dengan  sejumlah  stakeholders  terkait  untuk
              meningkatkan kompetensi tenaga kerja dan perluasan pasar kerja.

              PEKERJA YANG TERKENA PHK BISA JADI WIRAUSAHA

              Menteri  Ketenagakerjaan,  Ida  Fauziyah  secara  resmi  membuka  Pembekalan  Kewirausahaan
              (Inkubasi Bisnis In Wall) di Balai Besar Pengembangan Pasar Kerja dan Perluasan Kesempatan
              Kerja  (BBPPKdan  PKK)  Lembang,  Bandung,  Minggu  (19/7/2020)  malam.  Menaker  Ida
              menyatakan  pembekalan  kewairausahaan  inkubasi  bisnis  bertujuan  memberikan  bekal  dan
              pendampingan kepada para peserta, sehingga mampu menjadi wirausahawan yang tangguh,
              inovatif, kreatif, dan berdaya saing tinggi. "Inkubasi bisnis ini merupakan salah satu tahapan
              untuk  memberdayakan  wirausaha  maupun  calon  wirausaha  potensial  melalui  kegiatan
              bimbingan  kewirausahaan  dalam  jangka  waktu  tertentu  dan  pendampingan  usaha  berbasis
              pemanfaatan sumber daya lokal yang kreatif dan inovatif" kata Menaker Ida.

              Menurut Menaker Ida, kewirausahaan menjadi salah satu konsen Kementerian Ketenagakerjaan
              karena jenis usaha ultramikro, mikro, dan kedi menjadi penyerap tenaga kerja terbesar, yakni
              lebih dari 70 persen. "Jenis usaha ultramikro, mikro, dan kecil ini strategis bagi pekerja yang
              terkena PHK dan dirumahkan," ucapnya. Untuk itu, pihaknya terus mengembangkan berbagai
              program  pelatihan  dan  melakukan  sinergi  dengan  sejumlah  stakeholders  terkait  untuk
              meningkatkan kompetensi tenaga kerja dan perluasan pasar kerja.

              Salah satu upaya yang dilakukannya ialah dengan memperluas kesempatan kerja (job creation)
              melalui program kewirausahaan. "Kami berharap, peserta penerima program pembekalan ini
              dapat  menjadi  wirausaha  yang  mampu  bersaing  di  dalam  negeri  maupun  internasional  dan
              mampu  menyerap  tenaga  kerja,  sehingga  dapat  membantu  pemerintah  dalam  perluasan
              kesempatan kerja," harapnya.

              Pada kesempatan tersebut, dia mengemukakan bahwa data Badan Pusat Statistik (BPS) per
              Februari  2020  menunjukkan,  angka  pengangguran  terbuka  (TPT)  mencapai  4,99%,  atau
              sebanyak 6.882.200 orang. Angka tersebut membuat permerintah Indonesia terus berupaya
              menekan  laju  pertumbuhan  tingkat  pengangguran,  dan  sudah  membuahkan  hasil  dengan
              penurunan  angka  TPT  pada  tahun  2020  ini  sebesar  0,02%  dibanding  tahun  2019.  Namun,
              sambungnya, capaian yang dihasilkan tersebut diterjang pandemi Covid-19.

              Pandemi  telah  melumpuhkan  ekonomi,  sehingga  membuat  banyak  usaha  yang  bergerak  di
              sektor pariwisata, transportasi, tekstil, manufaktur, dan pangan yang berhenti atau mengurangi
              operasinya.  Pasokan  bahan  baku  lebih  terbatas,  dan  di  sisi  lain  juga  terjadi  penurunan
              permintaan pasar. "Perusahaan besar dan usaha skala menengah banyak yang menghentikan
              operasinya. lutaan pekerja mengalami pemutusan hubungan kerja. Dampak Covid-19 terhadap
              dunia usaha ini luar biasa," katanya. Pihaknya menyatakan bahwa hingga awal Mei 2020, data
              yang  diterima  dan  terverifikasi  sebanyak  1,7  juta  orang  korban  PHK  dan  pekerja  yang
              dirumahkan.  Angka  pengangguran  diperkirakan  bertambah  3  sampai  5  persen.  Dalam
              mengatasi  persoalan  tersebut,  ia  menyakini  kewirausahaan  dapat  menjadi  jawaban  untuk
              kembali menarik banyak tenaga kerja.

              Kementerian Ketenagakerjaan pun disebutnya telah mendesain program kewirausahaan untuk
              perluasan  kesempatan  kerja.  Lebih  lanjut,  dia  menyatakan  mulai  2021  pihaknya  akan
              melaksanakan  program  kewirausahaan  yang  terintegrasi  dan  berkelanjutan,  sehingga  bisa
              secara efektif membentuk wirausahawan-wirausahawan baru dan meningkatkan wirausahawan
              rintisan  sehingga  lebih  produktif.  Pilihan  tersebut  disebutnya  menjadi  semakin  strategis  di
              tengah fakta bonus demografi yang sedang terjadi di Indonesia.(firi/jpnn)




                                                           185
   181   182   183   184   185   186   187   188   189   190   191