Page 130 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 02 JULI 2020
P. 130
Aksi demonstrasi mahasiswa menolak kedatangan ratusan TKA asal Tiongkok itu dapat
dimaklumi.
Mengapa? Pertama, kedatangan ratusan TKA itu adalah sebuah ironi. Sebab, angka
pengangguran di Indonesia masih cukup tinggi.
Tenaga kerja lokal yang ter-PHK (pemutusan hubungan kerja) akibat pandemi Covid-19 saja
sudah mencapai lebih dari 3 juta orang, berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan dan 6
juta orang berdasarkan data Kadin Indonesia.
Diperkirakan akan mencapai 8,5 juta orang ter-PHK jika pandemi Covid-19 ini terus berlanjut
hingga akhir tahun.
Saat ini 56 persen angkatan kerja Indonesia berada di sektor informal. Dari komposisi tersebut,
krisis Covid-19 yang berciri simultan ini berpotensi menambah jumlah pengangguran terbuka
sebanyak 3,5 juta hingga 8,5 juta orang sepanjang tahun 2020.
Artinya, tingkat pengangguran berpotensi naik dari kisaran 5,2 persen sampai 5,3 persen saat
ini menjadi antara 7,7 persen dalam skala moderat dan 10,3 persen dalam skala berat.
Sebelum ada pandemi Covid-19 saja, jumlah pengangguran di Indonesia sudah meningkat. Data
Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan jumlah pengangguran di Indonesia bertambah menjadi
6,88 juta orang pada Februari 2020.
Angka ini naik 60.000 orang 0,06 juta orang dibanding periode yang sama tahun lalu.
Sedangkan jumlah angkatan kerja pada Februari 2020 sebanyak 137,91 juta orang, naik 1,73
juta orang dibanding Februari 2019. Berbeda dengan naiknya jumlah angkatan kerja, Tingkat
Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) turun sebesar 0,15%.
Di sisi lain, data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyatakan pada 2020
ini Indonesia bakal mengalami peningkatan jumlah kemiskinan.
Perhitungan Bappenas, pada tahun 2020 tingkat kemiskinan diprediksi bakal mencapai 9,7-10,2
persen sebagai outlook tahun 2020.
Jangan pernah ada yang bertanya, mengapa negara asing bisa menerima TKI, tetapi Indonesia
tidak bisa menerima TKA? Perlu diketahui bahwa rakyat Indonesia butuh pekerjaan untuk hidup.
Kalau di negara sendiri tersedia pekerjaan, mana mungkin mereka akan bekerja di negara
orang? Maka dari itu pemerintah wajib menciptakan lapangan kerja dan memberikan
kesempatan bekerja seluas-luasnya bagi rakyatnya sendiri. Karena itu semua merupakan
amanat dari Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
Kedua, kedatangan TKA asal Tiongkok itu berlangsung ketika pandemi Covid-19 masih mendera
Indonesia. Warga domestik saja diimbau untuk tetap tinggal di rumah (stay at home) dan
bekerja dari rumah (work from home), ini orang asing malah diizinkan datang ke Indonesia.
Apalagi Tiongkok adalah negara tempat di mana kasus positif infeksi Covid-19 pertama kali
ditemukan di dunia.
Lantas, bagaimana dengan Peraturan Menteri Hukum dan HAM No 11 Tahun 2020 tentang
Pelarangan Sementara Orang Asing Masuk Wilayah Indonesia? Apa aturan ini dinafikan? Pasal
3 Permenkumham No 11/2020 tersebut menyatakan bahwa pengecualian bagi warga asing
pemegang KITAS atau KITAP disyaratkan dalam 14 hari sebelumnya berada di negara yang
bebas dari Covid-19.
129

