Page 135 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 02 JULI 2020
P. 135

KEMNAKER NILAI PEMULIHAN KETENAGAKERJAAN BUTUH KOLABORASI

              Jakarta  -   Kepala  Badan  Perencanaan  dan  Pengembangan  (Kabarenbang)  Kementerian
              Ketenagakerjaan  (Kemnaker)  Tri  Retno  Isnaningsih  memandang  perlu  untuk  meningkatkan
              kerja sama antara perusahaan, pekerja, dan pemerintah dalam penggunaan teknologi digital
              menghadapi era industri 4.0.

              Tri  menjelaskan,  kerja  sama  bisa  dilakukan  dalam  bentuk  pengelolaan  data  dan  informasi,
              perencanaan dan pengembangan SDM dan dunia usaha, maupun dalam penyusunan kebijakan.

              "Semua  kerja  sama  itu  dilandasi  oleh  kepentingan  bersama  bagi  kemajuan  perusahaan,
              penciptaan perluasan kesempatan kerja dan peningkatan kesejahteraan pekerja," kata Tri dalam
              acara  Webinar  Ketenagakerjaan  bertema  Strategi  dan  Peran  Perusahaan  dalam  Menangani
              Pengangguran dan Pekerja Terdampak COvid-19 di Jakarta, Selasa (30/6).

              #div-gpt-ad-1589441958861-0 iframe{  border: 0px;  vertical-align: bottom;  position: fixed
              !important;  z-index: 1 !important;  left: 0px;  right: 0;  margin: auto;  }     Dampak negatif
              pandemi di bidang ketenagakerjaan, disebut tak hanya dirasakan perusahaan dan pekerja sektor
              formal. Pekerja sektor informal seperti buruh bebas dan pekerja mandiri juga merasakannya,
              menyebabkan daya beli masyarakat menurun dan jumlah penduduk miskin meningkat.

              Tri  berpendapat,  pemerintah  perlu  meningkatkan  kesempatan  pekerjaan  yang  layak  untuk
              pemuda melalui program pelatihan dan dukungan bagi wirausahawan muda.

              "Sektor privat memiliki peran penting untuk menawarkan pemagangan," ujarnya.

              Tak hanya itu, pemerintah juga dinilai perlu mengombinasikan jaminan sosial dengan investasi
              pada layanan ketenagakerjaan atau public employment services; mengombinasikan pelayanan
              digital dengan konseling personal dan jasa penempatan; serta meningkatkan informasi tentang
              pasar tenaga kerja. Sedangkan perusahaan bertugas melakukan perencanaan ulang tentang
              bisnis usaha serta kebutuhan tenaga kerja, baik jumlah maupun kompetensi yang dibutuhkan.

              Bagaimanapun, Tri menyadari dampak pandemi tak dapat dihindari. Baginya yang terpenting
              sekarang  adalah  mencari  dan  berusaha  meminimalkan  dampak  negatif.  Ia  menyebut
              pemerintah sebenarnya telah menetapkan enam kebijakan strategis.
              Keenam kebijakan itu meliputi paket stimulus ekonomi untuk dunia usaha agar tidak melakukan
              PHK; insentif pajak penghasilan bagi para pekerja; jaring pengaman sosial melalui program
              bantuan sosial bagi pekerja formal dan informal; pemberian prioritas Kartu Prakerja bagi para
              pekerja  yang  menjadi  korban  PHK;  perluasan  program  industri  padat  karya,  dan  keenam,
              memberikan  perlindungan  bagi  para  Pekerja  Migran  Indonesia  (PMI),  baik  di  negara
              penempatan maupun setelah kembali ke tanah air.

              Tri menambahkan, di Kemnaker sendiri telah dilakukan pendataan, terutama untuk perusahaan
              terdampak Covid-19 serta jumlah pekerja yang dirumahkan dan atau di-PHK. Kemudian juga
              pengawasan dan perlindungan agar pekerja diperlakukan secara adil oleh pemberi kerja melalui
              pelatihan, termasuk pelatihan di BLK, antara lain untuk memproduksi masker, Alat Pelindung
              Diri (APD), hand sanitizer, bilik disinfektan, wastafel sistem injak, dan face shield.

              "Kami  juga  meningkatkan  layanan  mediasi  bila  terjadi  perselisihan  antara  pekerja  dengan
              perusahaan," katanya.

              Tri melanjutkan, "Tantangan persaingan di bidang ekonomi dan ketenagakerjaan antara negara
              semakin ketat. Untuk itu diperlukan kesadaran, kepedulian dan kebersamaan semua pihak untuk
              mengatasi serta melakukan langkah-langkah srategis ke depan."  (rea).


                                                           134
   130   131   132   133   134   135   136   137   138   139   140