Page 139 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 02 JULI 2020
P. 139

Hal  ini  dilakukan  untuk  mengurai  tumpang  tindih  peraturan,  terutama    perizinan    guna
              mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 6-7 persen, serta menciptakan kemudahan investasi,"
              terang Sofyan dalam siaran pers, Selasa (30/6/2020).

              Dia mengakui, mengurus perizinan di Indonesia tidaklah mudah. Selain menyulitkan masyarakat
              dan pelaku usaha, juga pemerintah.

              Salah  satunya  dalam  membangun  infrastruktur.  Dengan  demikian,  diperlukan  diskresi  oleh
              pemerintah.

              Indonesia  juga  menghadapi  kesulitan  lain,  yakni  terbatasnya    lapangan    kerja.  Masalah  ini
              memang  sudah  menjadi  problem  bersama  sejak  dulu  dan  belum  pernah  dipikirkan  jalan
              keluarnya.

              Menurut Sofyan, saat ini ada 7,05 juta orang yang berstatus pengangguran terbuka. Sementara
              di sisi lain, tiap tahun 2,5 juta orang menjadi pencari kerja, terutama lulusan universitas.
              Beruntungnya,  pasca  Orde  Baru,  ekonomi  Indonesia  terus  bertumbuh.  Pada  tahun  2019,
              ekonomi Indonesia tercatat 5 persen.

              Kondisi  ini  cukup  memberikan  kestabilan  dalam  daya  beli  masyarakat,  namun  tidak  dalam
              penciptaan lapangan kerja.

              "Pertumbuhan ekonomi sebanyak 5 persen hanya mampu menciptakan lapangan kerja bagi 2
              juta  orang  pencari  kerja.  Namun,  ini  tidak  cukup.  Untuk  menciptakan  lapangan  kerja  yang
              mampu menampung tenaga kerja kita, ekonomi harus tumbuh 6-7 persen," ujar Sofyan.

              Untuk mendorong terciptanya lebih banyak lagi lapangan kerja secara merata, dibentuklan RUU
              Cipta Kerja.
              Staf Ahli Menteri ATR/Kepala BPN bidang Landreform dan Hak atas Tanah Masyarakat, Andi
              Tenrisau  menambahkan,  penciptaan  lapangan  kerja  tersebut  juga  dapat  dicapai  melalui
              kemudahan  dan  perlindungan  UMKM/Koperasi,  peningkatan  ekosistem  investasi  dan
              kemudahan  berusaha  serta  investasi  pemerintah  pusat  dan  kemudahan  Proyek  Strategis
              Nasional.

              Adapun Dekan Fakultas Hukum Universitas Dr. Soetomo Irawan Soerodjo menyoroti isi RUU
              Cipta Kerja, khususnya pada klaster penyederhanaan perizinan berusaha.

              Menurutnya,  omnibus law  sangat penting, terutama dalam mempermudah perizinan, karena
              kebijakan yang ada selama ini perlu disinkronisasikan.

              T"masukan  saya,  perlu  penegasan  pada  pelaksanaan  di  lapangan  nantinya  dan  perlu
              diperhatikan dalam implementasi terhadap  Online Single Submission  ," pungkasnya..


















                                                           138
   134   135   136   137   138   139   140   141   142   143   144