Page 94 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 02 JULI 2020
P. 94
Judul Menaker tegaskan kerahkan seluruh kemampuan atasi dampak
pandemi
Nama Media antaranews.com
Newstrend Strategi Menekan Angka Pengangguran
Halaman/URL https://www.antaranews.com/berita/1584578/menaker-tegaskan-
kerahkan-seluruh-kemampuan-atasi-dampak-pandemi
Jurnalis Zita Meirina
Tanggal 2020-07-01 17:10:04
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Ringkasan
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan telah melakukan tiga langkah
strategis untuk menekan angka pengangguran pada masa pandemi COVID-19, seperti
perubahan kebijakan untuk memberi perlindungan bagi pekerja.
MENAKER TEGASKAN KERAHKAN SELURUH KEMAMPUAN ATASI DAMPAK PANDEMI
program kegiatan tidak bisa berjalan seperti biasa-biasa saja Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan
(Menaker) Ida Fauziyah menegaskan akan menggunakan seluruh kemampuan dan potensi yang
dimiliki Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) untuk menangani dampak pandemi COVID-
19 terhadap sektor tenaga kerja.
"Saya akan bekerja, saya akan gunakan seluruh kemampuan yang ada, seluruh potensi yang
dimiliki oleh kementerian ini untuk bisa ikut menangani pandemi COVID-19," kata Menaker Ida
ketika ditemui saat menemui para perempuan pekerja di Pusat Pengembangan UMKM serta
Pemukiman (PPUMKMP) di Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu.
Dia menegaskan sudah mengambil beberapa langkah untuk menangani peningkatan pekerja
yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan karena pandemi.
Beberapa langkah itu seperti pengalihan anggaran untuk difokuskan merespons banyaknya
jumlah pekerja yang dirumahkan dan terkena PHK. Kemnaker, tegas dia, menggunakan
program padat karya untuk memberdayakan pekerja terdampak COVID-19.
Selain itu, Balai Latihan Kerja (BLK) yang berada di bawah Kemnaker juga memberikan insentif
kepada peserta yang merupakan pekerja yang dirumahkan dan terkena PHK saat pandemi.
Menaker menegaskan sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo akan mendorong agar 1,7
juta pekerja yang terverifikasi dirumahkan atau mengalami PHK menjadi prioritas mendapatkan
Kartu Prakerja. Sambil menunggu evaluasi dari program tersebut, Menaker telah meminta
93

