Page 64 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 DESEMBER 2019
P. 64
Menjelang akhir tahun ini, juga dinilai akan banyak terbuka lapangan kerja.
Alasannya dipacunya pengerjaan infastrtruktur yang berdampak pada penyerapan
tenaga kerja.
Agustinus Appang yakin, serapan tenaga kerja di Sulsel bisa lebih menggeliat lagi
Desember ini. Bahkan bisa menciptakan banyak lapangan kerja baru hingga Januari
tahun depan.
"Makanya kita berharap sekian bulan ke depan ini investasi di sektor infrastruktur
semakin dipacu. Sehingga daya serap tenaga kerja meningkat," kata Agustinus.
Dia cukup optimistis. Alasannya, pada akhir tahun, biasanya anggaran dari APBN
dan APBD dipacu. "Dan itu pasti akan membutuhkan tenaga kerja yang banyak,"
katanya.
Peran Pemda
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengatakan, untuk mengatasi pengangguran
memang harus merangsang investasi sehingga ada lapangan kerja baru. Namun,
semua Pemda harus ambil peran.
"Harus melakukan penyederhanaan izin. Regulasi penghambat investasi harus
dicabut," bebernya.
Aturan seperti pergub, perwali, dan perbup jangan terlalu banyak. Setiap mau
menerbitkan peraturan baru, harus memperhatikan aturan lain yang sudah ada agar
tidak tumpang tindih.
"Instruksi presiden betul-betul kita cabut pergub, perwali, yang memberatkan
investor," bebernya.
Selain itu, kawasan industri baru perlu didorong agar menyerap banyak tenaga
kerja. Kawasan industri Takalar investasinya Rp40 triliun. Itu cukup banyak tenaga
kerja nanti yang diserap kalau sudah beroperasi.
"Kita juga prioritaskan kawasan industri Bantaeng. Jadi makin banyak lapangan
kerja terbuka," jelasnya.
Selain tender proyek yang dilakukan lebih cepat juga akan menyerap tenaga kerja
sehingga menekan pengangguran. Selama ini, proyek banyak tender baru di
triwulan II atau triwulan III. Padahal bila ditender lebih cepat, efek positifnya lebih
besar.
"Tukang-tukang bekerja lebih cepat, tidak menganggur menunggu ada pekerjaan
karena lelang proyek lamban. Ekonomi juga bisa dipacu sejak awal tahun,"
tandasnya.
Page 63 of 124.

