Page 68 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 DESEMBER 2019
P. 68
selama bursa kerja berlangsung. Tapi juga untuk seterusnya karena platform-
platform yang sudah ada sangat mudah untuk diakses kapan saja dan di mana
saja," kata Khairul Anwar.
Khairul Anwar menambahkan di era digital ini, banyak perusahaan start-up penyedia
aplikasi dengan bisnis model yang mempertemukan supply dan demand.
Perusahaan start-up itu menawarkan pilihan bagi angkatan pekerja produktif untuk
menjadi pekerja mandiri/freelancer, di bidang produksi, distribusi, jasa umum
maupun jasa kreatif.
"Freelancer atau pekerja mandiri profesional adalah mereka yang bekerja sesuai skill
dan kemampuan, tanpa dibatasi ruang dan waktu, sehingga dapat mengoptimalkan
produktivitas mereka," ujarnya. Sekjen Khairul memberikan apresiasi atas semangat
dan antusiasme lebih dari 350an peserta yang ikut BKM. Banyaknya peserta itu
menunjukkan tingginya semangat masyarakat untuk lebih produktif dan berdaya
guna.
"Diharapkan BKM ini dapat mengakomodir kebutuhan para pekerja mandiri akan
kesempatan lapangan pekerjaan yang dapat menunjang turunnya angka
pengangguran dan meningkatkan produktivitas di Indonesia," ujar Sekjen.
Sementara Plt. Dirjen Binapenta Agus Wahyudi menambahkan prinsipnya saat ini
pemerintah ingin memberikan ruang untuk exercise (eksperimen) bagaimana format
baru hubungan industrial; hubungan kerja; atau apapun format kemitraan, untuk
mencari format kemitraan baru yang lebih fleksibel. Semua peserta di BKM
merupakan freelancer, Tenaga Kerja Mandiri (TKM) yang bisa mengatur waktunya
sendiri, sesuai kemampuan dan kebutuhannya
"Meski ujungnya workernya. Tapi bagaimana hak-haknya, kewajibannya, kode
etiknya dsb. Entah itu dituangkan dalam peraturan perusahaan atau kontraknya.
Jadi ini (BKM) benar-benar merupakan laboratorium, menjadi tempat exercise untuk
mencari format baru lebih fleksibel," katanya.
Yuricho BIlly dari Talent ID mengatakan semangat peningkatan produktivitas tak
hanya berlaku bagi masyarakat yang sudah bekerja. Peningkatan produktivitas juga
digalakkan kepada masyarakat yang belum bekerja agar mereka terus bersemangat
dalam mendapatkan pekerjaan.
"Apapun profesinya dan di mana pun tempat kerjanya, baik mereka yang bekerja di
pemerintahan, perusahaan, atau membuka usaha mandiri, tentunya harus
kompeten dan produktif," ujarnya.
Perusahaan start-up lainnya, Halo Jasa juga memberikan apresiasi kepada
Kemnaker yang terus mendukung produktivitas pekerja mandiri agar mampu
berdaya saing di kancah regional dan global. " "Diharapkan produktivitas dari para
pekerja mandiri ini mampu berkontribusi pada perekonomian nasional," ujar
Anastasia Angelina. [hhw]
Page 67 of 124.

