Page 74 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 DESEMBER 2019
P. 74

"SDI ini penting karena untuk mewujudkan pembangunan yang baik, akuntabel dan
               berkesinambungan sesuai cita-cita dan harapan rakyat, maka diperlukan satu data
               pembangunan. Satu data akan menjadi dasar dan bahan pertimbangan pemerintah
               atau stakeholder dalam mengambil suatu keputusan/kebijakan," ujar Tri Retno.

               Ditegaskan Tri Retno, implementasi satu data ketenagakerjaan menjadi hal
               fundamental dalam menentukan keberhasilan pembangunan ketenagakerjaan.
               Dengan satu data ketenagakerjaan juga akan mendorong pemenuhan prinsip-
               prinsip SDI terhadap data yang dihasilkan dari tugas dan fungsi urusan
               ketenagakerjaan sesuai UU Nomor 2003 tersebut, baik oleh instansi pusat maupun
               Pemerintah Daerah.

               "Selain menjadi hal fundamental dan faktor utama terciptanya ekosistem
               ketenagakerjaan yang terintegrasi dan terpadu, implementasi satu data juga akan
               mendorong dan membawa kita kepada budaya baru yakni budaya literasi data,"
               kata Tri Retno.

               Tri Retno menjelaskan budaya literasi data yakni budaya terkait kemampuan
               membaca, menganalisis, dan membuat konklusi berpikir berdasarkan data-data
               yang ada. Budaya literasi juga budaya yang menghendaki keterukuran (fact based)
               berdasarkan data dalam merencanakan, mengkritisi dan mengevaluasi kebijakan
               serta menentukan target masa depan.

               "Budaya literasi adalah budaya dengan tradisi data driven dan kultur numerikal serta
               kultur data dalam menentukan target masa depan, merencanakan, melaksanakan
               dan mengevaluasi pembangunan," katanya.

               Sementara Kepala Pusdatin M. Zuhri menambahkan budaya literasi data akan
               membuat semua pihak menjadi melek data. Bukan hanya sekedar menjadikan data
               sebagai 'aksesoris' dan seolah-olah sudah merasa hebat dan bangga jika sudah
               menampilkan data pada dashboard sistem informasi atau halaman depan dokumen
               perencanaan.

               "Lebih dari itu, budaya literasi menghendaki kita dapat membaca dan memahami
               arti data, untuk dijadikan acuan pengambilan keputusan dan perumusan kebijakan.
               Dengan demikian keputusan dan kebijakan yang diambil akan berdasarkan bukti
               (evidence based)," katanya. [hhw]


















                                                       Page 73 of 124.
   69   70   71   72   73   74   75   76   77   78   79