Page 78 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 DESEMBER 2019
P. 78
"Dengan skema ini kita bisa memberangkatkan calon PMI yang berkompeten
sehingga tidak diremehkan", katanya.
Mantan Ketua Umum Fatayat PBNU tersebut mengatakan bekerja di luar negeri
merupakan salah satu opsi bagi angkatan kerja di tanah air. Menurut dia
kesempatan kerja di dalam negeri masih agak terbatas, sehingga kesempatan kerja
di luar negeri bisa dipilih sebagai salah satu opsi.
"Di samping memperluas kesempatan kerja di dalam negeri, pemerintah juga perlu
memperluas kesempatan kerja di luar negeri," katanya.
Namun, kesempatan kerja di luar negeri harus mempertimbangkan beberapa hal
seperti perlindungan dan pengupahan yang layak. Selama ini persoalan terbesar
PMI, kata Ida, adalah lemahnya perlindungan, kelayakan upah dan minimnya
kompetensi PMI.
"Upaya perluasan kesempatan kerja harus dibarengi dengan upaya serius untuk
memperkuat perlindungan PMI di luar negeri, meningkatkan kompetensi calon PMI
dan negosiasi pengupahan" kata dia.
Dia pun meminta optimalisasi peran Atase Ketenagakerjaan (Atnaker) Kemenaker di
luar negeri. Menurutnya, Atnaker mempunyai peran strategis dalam melindungi dan
memperluas kesempatan kerja PMI di luar negeri.
Atnaker harus mampu melakukan inovasi dan terobosan dalam bekerja melindungi
PMI di luar negeri. Salah satunya dengan membuat sistem yang terintegrasi terkait
dengan data personel PMI di luar negeri. Dengan demikian Atnaker bisa terus
melakukan pemantauan terkait kondisi kesehatan, kesejahteraan, dan keselamatan
PMI.
"Sistem tersebut harus dalam bentuk digital yang terintegrasi dengan data kita di
tanah air," kata dia.
Pewarta: Aubrey Kandelila Fanani Editor: Erafzon Saptiyulda AS COPYRIGHT (c)2019
Page 77 of 124.

