Page 47 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 aGUSTUS 2019
P. 47
(KSPI), Kahar S. Cahyono, menjelaskan eks karyawan yang mengalami PHK oleh PT
Unisem Batam umumnya sudah bekerja selama 24 tahun dan berusia paruh baya
sehingga kemungkinan besar akan melanjutkan pekerjaan di sektor-sektor informal.
"Masuk mendaftar kerja ke perusahaan lagi juga akan susah karena mereka
(perusahaan) mintanya yang fresh graduate," ujar Kahar.
KSPI berharap pemerintah bisa membuat kebijakan yang lebih protektif bagi eks
karyawan PT Unisem Batam maupun karyawan-karyawan korban PHK lainnya yang
melanjutkan pekerjaan di sektor informal.
Selain itu, Kahar juga menyarankan agar pemerintah memberikan kemudahan akses
pengajuan kredit bagi karyawan-karyawan korban PHK yang memulai usaha
mandiri.
"Selama ini kan mereka (karyawan yang mengalami PHK) kan bertarung sendirian,
begitu pesangonnya habis ya kesulitan lagi," ujar Kahar.
Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kementerian Perindustrian
(Kemenperin), Janu Suryanto menjelaskan untuk Unisem saat ini belum tutup.
Menurut dia, kedua perusahaan yang berada di kawasan industri Batam, dipegang
Menko Maritim. Dengan pihak Kemenko, maka Kemenperin aktif bertemu dengan
pemilik Unisem.
Janu mengatakaan. bidang usaha Unicem meliputi packaging dan testing wafer,
untuk kemudian diolah menjadi Chip. Menurutnya permintaan mobil turun, jadi chip
untuk produk Unisem ikut berimbas.
"Untuk Unisem, kita sedang usaha cari investor strategis, cari potensial buyer untuk
produk produk Unisem," kata Janu.
Sedangkan untuk Foster Electronic pihak Kemenperin belum tahu penyebabnya.
"Kami akan segera mencari infonya," tambah dia.
Page 46 of 81.

