Page 115 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 APRIL 2020
P. 115

Title          PHRI NILAI KARTU PRAKERJA TAK TEPAT BAGI KARYAWAN HOTEL
               Media Name     republika.co.id
               Pub. Date      16 April 2020
                              https://republika.co.id/berita/q8vw1f428/phri-nilai-kartu-prakerja-tak -tepat-bagi-
               Page/URL
                              karyawan-hotel
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative








               JAKARTA -- Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menilai  Kartu
               Prakerja  tidak tepat ditujukan bagi  karyawan hotel  dan restoran yang terpaksa
               harus dirumahkan atau kena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di tengah wabah
               Virus Corona jenis baru atau Covid-19. PHRI menilai yang dibutuhkan adalah jaring
               pengaman sosial.


               "Bukan tidak setuju dengan Kartu Prakerja, tapi memang untuk saat ini desain
               tersebut tidak tepat. Yang paling tepat itu apabila diubah jadi jaring pengaman
               sosial," kata Ketua Umum  PHRI  Hariyadi Sukamdani dalam seminar virtual bertajuk
               Strategi Pengelola Industri Perhotelan Menghadapi Covid dan Krisis di Jakarta,
               Kamis (16/4).

               Hariyadi menuturkan industri pariwisata bukannya tidak membutuhkan pelatihan
               dalam program Kartu Prakerja. Sebab, industri tersebut selalu melakukan pelatihan
               yang melekat terhadap karyawan mereka.

               "Boleh dicek di Kementerian Ketenagakerjaan serta Kementerian Pariwisata dan
               Ekonomi Kreatif, sektor kami ini yang paling banyak tersertifikasi terkait
               kompetensi," katanya.

               Artinya, lanjut Hariyadi, pelatihan memang diperlukan, tetapi skema  jaring
               pengaman sosial  lebih dibutuhkan karyawan yang mayoritas dirumahkan atau di-
               PHK itu. Ia meminta agar biaya pelatihan bisa diubah seluruhnya menjadi bantuan
               tunai bagi karyawan hotel dan restoran yang terdampak Covid-19.


               Bantuan tunai dinilai lebih dibutuhkan dalam kondisi saat ini, terlebih bagi mereka
               yang telah memiliki tanggungan. "Kami meminta biaya training diubah jadi tunai
               saja. Tapi pemerintah belum setuju karena desain Kartu Prakerja adalah untuk
               meningkatkan kompetensi," katanya.

               Hariyadi mengatakan PHRI mencatat ada 69.978 karyawan sektor hotel dan
               restoran yang mengajukan aplikasi Kartu Prakerja. Mereka berasal dari 836 hotel
               dan restoran.

               Namun, jumlah tersebut diperkirakan hanya sebagian kecil dari karyawan hotel dan
               restoran yang terdampak pandemi Covid-19. Sebab, menurut dia, jumlah total
               pekerja industri perhotelan dan akomodasi lainnya pada 2020 paling tidak sudah
               mencapai 550 ribu karyawan..



                                                      Page 114 of 179.
   110   111   112   113   114   115   116   117   118   119   120