Page 58 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 APRIL 2020
P. 58
Title SAS INSTITUTE: UU CIPTAKER BISA PULIHKAN EKONOMI PASCAPANDEMI
Media Name mediaindonesia.com
Pub. Date 16 April 2020
https://mediaindonesia.com/read/detail/304493-sas-institute-uu-ciptake r-bisa-pulihkan-
Page/URL
ekonomi-pascapandemi
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
DIREKTUR Said Aqil Siradj (SAS) Institute M Imdadun Rahmat mengatakan
Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Ciptaker) merupakan jawaban atau formula
untuk pemulihan ekonomi di Indonesia.
Terlebih dengan kondisi sekarang, saat gelombang pemutusan hubungan kerja
(PHK) terus terjadi di berbagai daerah sebagai dampak langsung pandemik virus
korona (covid-19). Jumlahnya diprediksi mencapai jutaan orang hingga pandemi
berakhir.
"Secara teoritis iya. Dimana-mana birokrasi yang tidak efisien, ekonomi biaya tinggi
itu hambatan kemajuan ekonomi. Korupsi juga marak di situ. Indonesia ini iklim
investasinya terkenal buruk. Recovery ekonomi pascacovid-19 sangat berat. Jadi
secara teoritis, ya bisa jadi jawaban," katanya melalui keterangan pers, Kamis
(16/4).
Pernyataan itu sekaligus merespon penjelasan pemerintah dalam rapat dengan
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Selasa (14/4) lalu.
Dalam penjelasannya kala itu, pemerintah mengunakan isu seputar dampak covid-
19 sebagai latar belakang. Bahwa selain menimbulkan banyak korban jiwa, wabah
juga memukul perekonomian dunia, tidak terkecuali Indonesia.
Akibat wabah covid-19, proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional turun dari 5,3%
berdasarkan APBN 2020, menjadi hingga 2,3% dalam skenario dampak berat.
Bahkan hingga minus 0,4% untuk skenario sangat berat.
Jumlah pengangguran pun diprediksi meningkat hingga lebih 5,23 juta orang untuk
skenario sangat berat.
"Itu masuk akal. Kasat mata sudah terlihat, PHK naik tajam, pengangguran otomatis
meningkat. APBN kita berdarah-darah untuk menangani covid-19 dan program
jaring pengaman sosial agar rakyat kecil tetap bisa makan," kata Imdad.
Jadi, lanjutnya, RUU Ciptaker sangat mungkin menjadi salah satu terobosan. Tentu,
kita membutuhkan tidak hanya satu terobosan dan upaya-upaya ekstra.
Page 57 of 179.

