Page 107 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 APRIL 2020
P. 107

Title          YLBHI: BATALKAN RUU CIPTAKER, JANGAN HANYA TUNDA PEMBAHASAN
               Media Name     cnnindonesia.com
               Pub. Date      29 April 2020
                              https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200429094903-20-498326/ylbhi-b atalkan-
               Page/URL
                              ruu-ciptaker-jangan-hanya-tunda-pembahasan
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative







               Jakarta - Ketua YLBHI Asfinawati menyebut keputusan Presiden Joko Widodo
               (Jokowi) menunda pembahasan klaster ketenagakerjaan dalam RUU  Omnibus Law
               Cipta Kerja (Ciptaker) tak akan membatalkan penyusunan aturan sapu jagat
               tersebut.

               Menurut Asfinawati, seharusnya Jokowi membatalkan seluruh pembahasan RUU
               Ciptaker karena prosesnya cacat hukum dan tak melibatkan masyarakat sipil dari
               awal perancangan.

               "Kami menganggap harus didrop semuanya. Karena pertama dari prosesnya saja
               sudah cacat hukum, tidak ada masyarakat yang dilibatkan atau bahkan terdampak
               yang dilibatkan ketika dirumuskan pemerintah," kata Asfinawati saat dihubungi
               CNNIndonesia.com  , Rabu (29/4).

               Asfinawati menyatakan penundaan pembahasan kluster ketenagakerjaan yang
               dilakukan Jokowi dan DPR itu hanya untuk meredam aksi buruh pada 30 April 2020.

               Menurutnya, keputusan seperti ini sudah pernah dilakukan Jokowi pada September
               2019 lalu. Saat itu, Jokowi menunda beberapa RUU kontroversial untuk meredam
               unjuk rasa besar-besaran yang dimotori mahasiswa.

               "Sebenarnya enggak ada makna yang berbeda sama sekali. Dia tetap akan dibahas,
               ini cuma upaya meredam aksi tanggal 30 sebetulnya," ujarnya.

               Asfinawati menyebut dugaan itu diperkuat dengan sejumlah penangkapan aktivis di
               Malang dan Jakarta. Begitu pula dengan pernyataan aparat hukum yang mengklaim
               bakal ada kerusuhan pada 30 April.

               Menurutnya, sejak awal masyarakat sipil tak pernah dilibatkan dalam menyusun draf
               RUU yang mengatur banyak hal, mulai dari ketenagakerjaan, investasi, perizinan,
               hingga lingkungan hidup. Masyarakat sipil hanya diikutsertakan sesaat sebelum draf
               RUU diserahkan ke DPR.

               Asfinawati mengaku hingga saat ini YLBHI belum diundang untuk membahas RUU
               Ciptaker di DPR. Jika nanti diundang, ia memutuskan untuk menolak ikut dalam
               pembahasan.







                                                      Page 106 of 181.
   102   103   104   105   106   107   108   109   110   111   112