Page 113 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 APRIL 2020
P. 113
Title INDEF SEBUT EMPAT KEBOBROKAN PROGRAM KARTU PRAKERJA
Media Name mediaindonesia.com
Pub. Date 29 April 2020
https://mediaindonesia.com/read/detail/308673-indef-sebut-empat-kebobr okan-program-
Page/URL
kartu-prakerja
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
DIREKTUR Eksekutif Institute for Development Economics and Finance (Indef)
Tauhid Ahmad menilai, setidaknya ada 4 hal yang perlu dikritisi terkait program
Kartu Prakerja yang digulirkan pemerintah di tengah pandemi covid-19.
Pertama yakni keputusan untuk melaksanakan program Kartu Prakerja di tengah
pandemi berdasarkan pada apa. Pasalnya bila dilihat dari kebutuhan masyarakat,
tentu pelatihan prakerja bukan jawabannya saat ini.
"Assesment kebutuhan pelatihan memang tidak dilakukan berdasarkan kebutuhan
masyarakat, karena kebutuhan masyarakat adalah bansos. Saya yakin pilihan ini
sulit dan menurut saya penting," ujar Tauhid dalam webinar bertajuk 'Kartu
Prakerja: Anda Bertanya, Kami Jelaskan' pada Rabu (29/4).
Kedua, lanjutnya, bila memang Kartu Prakerja didesain sebagai instrumen semi
bansos pada masa pandemi covid-19, maka hal itu tidak akan efektif. Sebab tidak
ada acuan untuk dijadikan basis berjalannya program.
Tauhid mencotohkan, metode seleksi peserta yang dilakukan secara acak, metode
itu menjadi pertanyaan besar lantaran variasi individu yang mendaftar tentu
berbeda latar belakang permasalahannya.
"Bagaimana memilih dengan variasi pekerja PHK, bagaimana dengan mereka yang
akses internetnya kurang? Kalau ini satu pilihan untuk memilih model pelatihan, kita
bertanya, apakah ini efektif? Kenapa tidak dilakukan saja pelatihan seperti
kemendikbud dan kemenakertrans yang gratis? Karena dalam kondisi ini kan hanya
satu arah, sangat tidak mungkin peseta dapat mencerna pelatihan," ujar Tauhid.
Hal ketiga ialah berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa dalam pelaksanaan
program Kartu Prakerja. Tauhid mempertanyakan landasan apa yang digunakan
sehingga tidak dilakukan pengadaan barang dan jasa padahal uang dari APBN turut
digunakan di dalamnya.
Keempat yakni terkait dengan evaluasi pelatihan, program Kartu Prakerja dibangun
dengan asumsi konsumen adalah raja dan pelaksana hanya menyediakan jaring
pelatihan yang besar. Hal itu, kata Tauhid, keliru.
Page 112 of 181.

