Page 13 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 APRIL 2020
P. 13
Pertama, kepala daerah pasti mengetahui persis dinamika dan permasalahan
masyarakat di lapangan, siapa yang usahanya tutup, siapa yang menganggur, itu
bisa diseleksi dengan tepat dan tidak bisa diseleksi oleh program online. Kedua, ini
juga akan membantu agar distribusnya juga lebih cepat karena dikelola oleh daerah.
Menurut Qodari, pengalaman kasus Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang tertunda-
tunda itu, disebabkan oleh jumlahnya yang sangat besar dan dikelola pusat semua.
"Berat itu distribusinya, dan itu yang bikin kepala daerah misalkan seperti Bupati
Bolaang Mongondow Timur, Sehan Salim Landjar yang viral marah-marah lantaran
mekanisme Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada warga yang terdampak Corona
justru menyulitkan warga," terang Qodari.
Masalah sebenarnya, lanjut Qodari, terdapat juga unsur teknisnya. Masyarakat yang
akan menerima BLT diminta untuk membuka buku rekening dulu, sekian juta orang
mau dikirim rekening itu tidak mudah. "Tetapi kalau duitnya dikirim gelondongan
gede ke daerah, daerah yang mengelola pasti lebih mudah, koordinasi dengan bank-
bank daerah juga lebih mudah," katanya.
(fri/jpnn).
Page 12 of 181.

