Page 148 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 APRIL 2020
P. 148
Title MPR MINTA PEMERINTAH ANTISIPASI MASYARAKAT KELAS MENENGAH YANG RAWAN
MISKIN
Media Name jpnn.com
Pub. Date 29 April 2020
Page/URL https://www.jpnn.com/news/mpr-minta-pemerintah-antisipasi-masyarakat-k elas-
menengah-yang-rawan-miskin
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat minta pemerintah untuk
memperhatikan masyarakat kelas menengah yang terimbas wabah Covid-19.
Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), pemotongan penghasilan maupun
kehilangan pendapatan membuat kelompok ini menjadi rentan secara ekonomi.
"Kebijakan bantuan kepada kelompok masyarakat kelas menengah perlu dipikirkan
karena mereka rentan kembali miskin setelah gelombang PHK menimpa para
pekerja," ungkap Lestari yang akrab disapa Rerie dalam keterangannya, Rabu
(29/4).
Kelompok masyarakat kelas menengah, menurut Rerie, punya peran sebagai
penopang perekonomian nasional. Data Bank Dunia menyatakan 115 juta orang
Indonesia berada di kelas menengah atau hampir separuh dari total penduduk
Indonesia yang jumlahnya di kisaran 260 juta.
Kementerian Ketenagakerjaan per 20 April 2020 mencatat 2,1 juta orang dari
116.370 perusahaan kena PHK dan dirumahkan sementara. Bila penanggulangan
wabah Covid-19 memakan waktu yang lebih lama dari perkiraan, ungkap Rerie, bisa
jadi jumlah kelas menengah yang rawan miskin terus bertambah.
Beberapa kebijakan sebenarnya sudah dikeluarkan pemerintah untuk kelas
menengah dalam menghadapi dampak wabah Covid-19. Misalnya, pembebasan
pembayaran Pajak Penghasilan (PPh) bagi pekerja yang diperluas tidak hanya pada
sektor manufaktur tetapi juga ke 18 sektor usaha lain.
"Namun dampak wabah Covid-19 berpotensi memukul lebih dalam kelompok
masyarakat kelas menengah. Dan melihat jumlah masyarakat kelas menengah yang
cukup besar, kiranya perlu dipikirkan mekanisme pemberian bantuan bagi mereka
juga," ujar Rerie.
Page 147 of 181.

