Page 179 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 APRIL 2020
P. 179

bekerja kurang dari 40 jam akan membuka peluang bagi pengusaha untuk
               membayar pekerja lebih murah dari seharusnya.


               "Pengusaha dapat mencari celah untuk mengalihkan pembayaran bulanan menjadi
               pembayaran per jam. Misalnya hanya memperkerjakan pekerja dalam empat hari
               saja. Sehingga, mekanisme pembayaran berdasarkan jam kerja cenderung akan
               dipilih para pengusaha," kata Yorrys.


               Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengumumkan menunda pembahasan klaster
               ketenagakerjaan RUU Ciptaker. Keputusan itu diambil setelah Jokowi bertemu tiga
               pimpinan serikat buruh yang tergabung dalam Majelis Pekerja Buruh Indonesia
               (MPBI) di Istana.

               Meski begitu, pembahasan RUU Ciptaker masih bergulir di Badan Legislasi DPR RI,
               sebab dari awal DPR dan pemerintah sudah bersepakat untuk membahas klaster
               ketenagakerjaan di akhir.

               Ketua YLBHI Asfinawati menyebut keputusan Jokowi menunda pembahasan klaster
               ketenagakerjaan dalam RUU Omnibus Law Cipta Kerja tak akan membatalkan
               penyusunan aturan sapu jagat tersebut.

               Menurut Asfinawati, Jokowi seharusnya membatalkan seluruh pembahasan RUU
               Cipta Kerja karena prosesnya cacat hukum dan tak melibatkan masyarakat sipil dari
               awal perancangan.

               "Kami menganggap harus didrop semuanya. Karena pertama dari prosesnya saja
               sudah cacat hukum, tidak ada masyarakat yang dilibatkan atau bahkan terdampak
               yang dilibatkan ketika dirumuskan pemerintah," kata Asfinawati saat dihubungi
               CNNIndonesia.com, Rabu (29/4).

               (mts/jun)


































                                                      Page 178 of 181.
   174   175   176   177   178   179   180   181   182