Page 20 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 APRIL 2020
P. 20

Title          TEGAS! DPRD SULTRA TOLAK RENCANA KEDATANGAN 500 TKA ASAL TIONGKOK
               Media Name     jawapos.com
               Pub. Date      30 April 2020
                              https://www.jawapos.com/nasional/30/04/2020/tegas-dprd-sultra-tolak-re ncana-
               Page/URL
                              kedatangan-500-tka-asal-tiongkok/
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive








               Sebanyak 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok direncanakan akan datang
               ke Indonesia. Mereka dikabarkan bakal bekerja di PT VDNI, sebuah perusahaan
               tambang di Morosi, Kabupaten Konawe.

               Menanggapi hal ini, dalam rapat Paripurna yang dilaksanakan di Gedung Paripurna
               DPRD Sultra, pada Rabu (29/4), seluruh fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
               (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) secara tegas menolak rencana
               kedatangan 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok tersebut ke Sultra.

               Ketua DPRD Sultra, Abdurahman Saleh mengatakan, penolakan terhadap rencana
               kedatangan 500 TKA tersebut bukan karena anti terhadap warga asing atau
               Tiongkok, namun kondisi saat ini masyarakat sedang melawan pandemi wabah
               COVID-19.

               "DPRD bukan antiasing, kami komitmen bahwa investasi dibutuhkan dan regulasinya
               harus dipatuhi, namun hari ini dunia sedang pandemi COVID-19, untuk itu mewakili
               fraksi kita tolak. Disatu sisi aturan regulasi benar, tapi dampak ke depannya dan
               dampak sosialnya," kata Abdurrahman Saleh dilansir dari ANTARA.

               Menurutnya, jika para TKA tersebut datang di Sultra akan menimbulkan keresahan
               bagi masyarakat dan dapat menimbulkan gejolak sosial di tengah-tengah
               masyarakat.

               "Karena kedatangan orang ini kan kita tidak tahu apakah dia positif atau negatif
               (COVID-19), jangan sampai nanti kedatangan ini bisa menciptakan masalah baru.
               Dan yang lebih fatal lagi adalah kita menghindari terjadinya gejolak sosial,"
               ungkapnya.

               Senada dengan Ketua DPRD, Wakil Ketua I DPRD Sultra, Herry Asiku
               mengungkapkan, seharusnya pemerintah harus mempertimbangkan kebatinan
               masyarakat, khususnya warga Sulawesi Tenggara. Bahkan ia menilai bahwa seakan-
               akan pemerintah tidak melindungi masyarakat.

               "Sesama teman pun kita saling waspada apalagi orang asing yang asal penyebaran
               COVID-19. Jadi kita bukan anti investasi dan anti TKA, tapi suasana kebatinan kita
               yang memaksa untuk tidak menerima TKA dulu," ujarnya.




                                                       Page 19 of 181.
   15   16   17   18   19   20   21   22   23   24   25