Page 6 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 APRIL 2020
P. 6
gelombang pertama sebanyak 168.111 orang dan gelombang kedua sebanyak
288.154 orang.
Direktur Jenderal Pembinaan, Pelatihan dan Produktivitas Kementerian
Ketenagakerjaan Bambang Satrio Lelono berharap peserta program kartu prakerja
memilih jenis pelatihan secara cermat dan jeli, sehingga pelatihan yang didapatkan
bisa dimanfaatkan dalam mencari pekerjaan.
"Setelah mereka berlatih, keterampilan yang dimiliki lewat pelatihan online dan
insentif ini bisa digunakan menjadi peluang baru untuk bekerja," kata Bambang.
Ekonom dan Direktur Riset CORE Indonesia, Piter Abdullah menilai, program kartu
prakerja menjadi satu langkah yang baik untuk meningkatkan kemampuan tenaga
kerja bila dijalankan di masa-masa normal.
Namun, di tengah pandemi Covid-19 ini, kartu prakerja akan tetap menjadi sorotan
mengingat masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan bantuan. "Yang
dibutuhkan masyakat sekarang ini adalah bantuan agar mereka bisa keluar dari
persoalan yang mereka hadapi dari PHK dan sebagainya," ujarnya.
Piter berpendapat, masyarakat yang mengalami pemutusan hubungan kerja justru
mengalami kesulitan dalam membayar tunggakan atau memenuhi kebutuhan
hidupnya. Karena itu, bisa jadi masyarakat yang mendaftar ke program ini justru
mengejar insentif yang diberikan, bukan untuk mendapatkan pelatihan.
Dus, program kartu prakerja ini bisa dijalankan bila memang sudah diimbangi
dengan kecepatan pemerintah dalam menyampaikan bantuan kepada masyarakat
yang membutuhkan.
Sementara itu, pemerintah sudah menyiapkan anggaran Rp 20 trilun untuk program
kartu prakerja. Program ini akan menyasar 5,6 juta peserta, dimana setiap peserta
mendapatkan Rp 3,55 juta dengan rincian Rp 1 juta untuk biaya pelatihan, Rp 2,4
juta insentif selama 4 bulan, dan Rp 150.000 sebagai insentif setelah mengisi survei
terkait pelatihan yang dijalani.
Page 5 of 181.

