Page 82 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 APRIL 2020
P. 82

Title          TUNDA KLASTER KETENAGAKERJAAN, JOKOWI-DPR PECAH PENOLAK RUU CILAKA?
               Media Name     tirto.id
               Pub. Date      29 April 2020
               Page/URL       https://tirto.id/tunda-klaster-ketenagakerjaan-jokowi-dpr-pecah-penola k-ruu-cilaka-fd3l
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative








               Pemerintah-DPR dianggap tengah berupaya memecah belah kelompok penentang
               RUU Cilaka dengan menunda pembahasan klaster ketenagakerjaan.

               Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja, atau sebelumnya bernama Cipta Lapangan
               Kerja alias Cilaka, sejak awal dikritik banyak kelompok masyarakat sipil dari berbagai
               sudut pandang.


               Dari perspektif lingkungan, peraturan ini dianggap hanya akan  memperburuk krisis
               iklim  dan sebatas  menguntungkan pengusaha batu  . Bagi yang lain, peraturan ini
               dianggap abai terhadap kepentingan-kepentingan kaum perempuan, alis  tidak
               berperspektif gender.

               Di antara sekian banyak kritik itu, yang paling banyak disorot adalah bagian yang
               menyangkut ketenagakerjaan. Para serikat buruh menganggap pasal-pasal di RUU
               Cilaka menghilangkan banyak hak-hak mereka yang diatur dalam UU 13/2003
               tentang Ketenagakerjaan, mulai dari urusan cuti hingga pesangon.

               Selain itu, karena RUU Cilaka mengatur perluasan sistem kerja kontrak dan
               outsourcing  , maka buruh akan semakin mudah direkrut dan mudah pula di-PHK.
               Dengan kata lain, mereka akan semakin rentan.

               Kritik buruh bisa dibilang juga paling nyaring di antara kelompok masyarakat lain.
               Selain pernyataan di media massa, serikat juga mengaktualisasikan penolakan
               dengan cara turun ke jalan atau demonstrasi.

               Maka ketika Presiden Joko Widodo memutuskan hanya menunda pembahasan
               klaster ketenagakerjaan dan melanjutkan pembahasan klaster lain--yang totalnya
               ada 11--dan disetujui DPR, mereka dianggap tengah memecah belah gerakan
               penolak RUU. Penundaan ini sendiri diumumkan Jokowi Jumat (24/4/2020) lalu.
               Ketika itu ia mengatakan substansi klaster yang disusun dengan metode  omnibus
               tersebut akan didalami hingga pasal per pasal.

               Poin-Poin Masalah RUU Cilaka atau Cipta Kerja Menurut PSHK  "Respons ini terlihat
               sekadar hanya untuk menghindari tekanan massa buruh yang mengancam akan
               berdemonstrasi jika pembahasan terus dilanjutkan saat ini," kata peneliti dari Forum
               Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus kepada reporter
               Tirto  , Selasa (28/4/2020).







                                                       Page 81 of 181.
   77   78   79   80   81   82   83   84   85   86   87