Page 61 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 JUNI 2020
P. 61

Surat Edaran tanggal 28 Mei 2020 yang ditujukan kepada gubernur di seluruh
               Indonesia itu dibuat berdasarkan Peraturan Presiden RI Nomor 7 Tahun 2019
               tentang Penyakit Akibat Kerja. Menurut peraturan pemerintah, COVID-19 dapat
               dikategorikan sebagai PAK dalam klasifikasi penyakit yang disebabkan oleh pajanan
               faktor yang timbul dari aktivitas pekerjaan, yaitu kelompok faktor pajanan biologi.

               Menurut Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan, pekerja yang termasuk kategori
               memiliki risiko khusus PAK akibat COVID-19 adalah tenaga medis dan tenaga
               kesehatan yang bertugas merawat pasien di fasilitas layanan kesehatan atau tempat
               lain yang ditetapkan pemerintah sebagai lokasi merawat pasien COVID-19.

               Petugas kesehatan yang termasuk dalam kategori tersebut meliputi dokter, dokter
               gigi, dokter spesialis dan dokter gigi spesialis, tenaga keperawatan dan kebidanan,
               tenaga teknik biomedika dan ahli teknologi laboratorium medik, tenaga kefarmasian
               seperti apoteker dan tenaga teknis kefarmasian, serta tenaga kesehatan masyarakat
               seperti epidemiolog kesehatan.


               Menurut Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan, pekerja pendukung di fasilitas
               layanan kesehatan dan tempat lain yang ditetapkan sebagai tempat pelayanan
               pasien COVID-19 seperti petugas kebersihan dan pekerja penatu juga berhak atas
               jaminan kecelakaan kerja. Demikian pula relawan yang mendukung upaya
               penanggulangan pandemi COVID-19.

               Menteri Ketenagakerjaan meminta para gubernur memastikan setiap pemberi kerja
               yang rawan terserang COVID-19 mendapatkan dukungan untuk mencegah penyakit
               akibat kerja sesuai regulasi, standar keselamatan kerja, serta protokol kesehatan.

               Dia juga meminta perusahaan atau organisasi yang memiliki pekerjaan dengan
               risiko khusus terkait penularan virus corona mendaftarkan pekerjanya ke program
               jaminan sosial BPJAMSOSTEK (BPJS Ketenagakerjaan) dan memastikan mereka
               mendapatkan manfaat JKK.

               Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan menegaskan bahwa pemberi kerja yang
               belum mengikutsertakan pekerja dalam program JKK BPJS Ketenagakerjaan harus
               memberikan hak manfaat program JKK sesuai dengan ketentuan peraturan
               perundang-undangan bila ada pekerja yang mengalami penyakit akibat kerja karena
               COVID-19,  Menteri Ketenagakerjaan meminta seluruh Kepala Dinas
               Ketenagakerjaan meningkatkan pengawasan terkait pelindungan pekerja dari
               penularan COVID-19.

               "Agar menugaskan Pengawas Ketenagakerjaan untuk meningkatkan pembinaan dan
               pengawasan ketenagakerjaan bidang K3 dan jaminan sosial tenaga kerja sesuai
               dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," jelasnya, dikutip  Antara  .
               (Der).











                                                       Page 60 of 115.
   56   57   58   59   60   61   62   63   64   65   66