Page 63 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 JUNI 2020
P. 63
Terbitnya surat edaran tertanggal 28 Mei 2020 ini didasarkan pada Peraturan
Presiden RI Nomor 7 Tahun 2019 tentang Penyakit Akibat Kerja. Merujuk aturan
tersebut, Covid-19 dapat dikategorikan sebagai Penyakit Akibat Kerja (PAK) dalam
klasifikasi penyakit yang disebabkan pajanan faktor yang timbul dari aktivitas
pekerjaan, yaitu kelompok faktor pajanan biologi.
Menurut SE tersebut, pekerja yang dapat dikategorikan memiliki risiko khusus PAK
karena Covid-19 adalah tenaga medis dan tenaga kesehatan yang bertugas
merawat pasien di fasilitas kesehatan atau tempat lain yang ditetapkan oleh
pemerintah sebagai tempat untuk merawat pasien Covid-19.
Petugas kesehatan yang masuk dalam kategori tersebut meliputi dokter, dokter gigi,
dokter spesialis dan dokter gigi spesialis, tenaga keperawatan, kebidanan, tenaga
teknik biomedika serti ahli teknologi laboratorium medik, tenaga kefarmasian seperti
apoteker dan tenaga teknis kefarmasian, dan tenaga kesehatan masyarakat seperti
epidemiolog kesehatan.
Selain itu, tenaga pendukung di fasilitas kesehatan dan tempat lain yang ditetapkan
untuk menangani pasien terinfeksi Covid-19 seperti petugas kebersihan dan pekerja
penatu pun juga berhak atas jaminan kecelakaan kerja tersebut. Begitu pula para
relawan yang bertugas yang bertugas menanggulangi pandemi Covid-19.
Lebih lanjut, Ida pun meminta para gubernur untuk memastikan setiap pemberi
kerja pada sektor yang rawan terpapar Covid-19 melakukan upaya pencegahan
seoptimal mungkin dan memaksimalkan Posko K3 Covid -19.
Dia juga meminta perusahaan yang mempekerjakan pekerja dengan risiko khusus
agar mendaftarkan pekerja dalam program jaminan sosial BPJS ketenagakerjaan
dan memastikan pekerja mendapatkan manfaat JKK.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia.
Page 62 of 115.

