Page 119 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 MEI 2020
P. 119

Jakarta Selatan, untuk diteruskan ke Kemenaker.

               Unjuk rasa

               Sementara itu dilaporkan puluhan tenaga medis termasuk perawat dari berbagai
               bagian Rumah Sakit (RS) Omni Alam Sutera, Serpong Utara, Tangerang Selatan
               (Tangsel), melakukan aksi unjuk rasa.

               Ropiati, tenaga medis di bidang farmasi, yang ikut berunjuk rasa, mengatakan,
               sejak April 2020, sudah ada puluhan tenaga medis yang di-PHK (Pemutusan
               Hubungan Kerja) secara sepihak.

               Ropiati bahkan menyebutkan, bentuk PHK-nya, mereka dipaksa menandatangani
               surat pengunduran diri.

               "Kami itu sejak April mulai banyak PHK, sepihak. Kami disuruh tanda tangan surat
               pengunduran diri. Itu harusnya tdiak ada. Tapi ada sebagian yang sudah
               menandatangani seperti itu. Sudah puluhan, sudah banyak. Betul dipaksa," ujar
               Ropiati seperti dikutip dari Tribun Jakarta.

               Selain perkara PHK, para tenaga medis itu juga memprotes pembayaran tunjangan
               hari raya (THR) yang dicicil dua tahap, pada bulan Mei dan Desember.

               Reni, perwakilan serikat pekerja RS Omni Alam Sutera, mengatakan, pihaknya
               sudah mengirim surat untuk musyawarah dengan pihak manajemen, namun belum
               ada jawaban.

               "Tadi saya sudah mencoba bertemu untuk membicarakan THR. Dari HRD
               menyatakan lagi libur jadi tidak bisa bertemu hari ini."

               "Kami kan sudah ngirim surat kemarin. Kami memang menolak banget THR yang
               dibayarkan dua kali itu, terus meminta kejelasan secara transparan," ujar Reni.

               Awak media sudah berusaha menemui pihak manajemen RS Omni Alam Sutera,
               namun sekuriti setempat mengarahkan agar menghubungi lewat telepon.

               "Untuk minta keterangan saat ini tidak bisa karena semua divisi sedang WFH," ujar
               sekuriti.

               Korban perawat berjatuhan

               Terpisah, Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Harif Fadhillah
               mengungkapkan total sudah 20 orang perawat meninggal dunia dalam tugas
               pelayanan pasien Covid-19 di seluruh Indonesia.

               "Yang sudah wafat 20 orang perawat di seluruh Indonesia, yang terkait dengan
               pelayanan Covid-19," ujar dia kepada Kompas.com ketika dihubungi pada Senin



                                                      Page 118 of 130.
   114   115   116   117   118   119   120   121   122   123   124