Page 119 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 JULI 2019
P. 119
membuat inovasi metode pelatihan. Agar, upaya percepatan peningkatan
kompetensi SDM Indonesia dapat tercapai.
"Belajar dan berlatih secara konsisten terhadap perubahan yang terjadi saat ini
adalah suatu hal yang mutlak harus dilaksanakan," kata Tono.
Secara khusus, Tono menilai instruktur merupakan ujung tombak dalam
meningkatkan kualitas pelatihan. Oleh karena itu, pembinaan terhadap Instruktur
perlu ditingkatkan guna mewujudkan instruktur yang kompeten, profesional, dan
mampu menghasilkan tenaga kerja siap kerja.
Adapun, salah satu metode yang efektif untuk meningkatkan kompetensi,
profesionalisme, inovasi, dan kreativitas instruktur BLK adalah kompetisi antar
instruktur.
"Kompetisi juga akan memotivasi instruktur dalam meningkatkan kompetensinya,
baik secara individu maupun kedinasan, sehingga mampu meningkatkan kompetensi
dan daya saing tenaga kerja secara nasional," ujarnya.
Sementara itu, Plt. Kepala BBPLK Bandung, Tuti Haryanti, menjelaskan, KKIN VII
Tahun 2019 tingkat Regional Jawa Barat diikuti 86 instruktur BLK UPTP Kemnaker,
UPTD, LPK swasta, dan training centre industri se-Jawa Barat. Kompetisi
berlangsung dari tanggal 21-25 Juli 2019.
Bidang yang dikompetisikan meliputi 9 bidang kompetisi. Yaitu Pengelasan
(Welding), Otomotif Kendaraan Ringan (Automobile Technology), Instalasi Listrik
(Electrical Installation), Tata Busana (Fashion Technology), Pendingin dan Tata
Udara (Refrigeration and AC), Elektronika (Electronics), Desain Grafis (Graphic
Design Technology), Perancangan Rekayasa Mekanik CAD (Mechanical Engineering
Design CAD), dan Solusi Perangkat Lunak Teknologi informasi untuk Bisnis (IT
Software Solution for Business).
Ia menyebut, kompetisi ini bertujuan untuk memberikan kesempatan dan motivasi
kepada instruktur untuk berkompetisi secara positif dan konstruktif, serta mengukur
kompetensi instruktur sesuai bidangnya.
"Serta meningkatkan kebersamaan antar instruktur, khususnya di wilayah Jawa
Barat," pungkasnya.
(*).
Page 118 of 122.

