Page 60 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 JULI 2019
P. 60
enggak pernah pergi-pergian, enggak pernah ke pasar-pasar," ujar Turini.
Hal itu membuat Turini frustasi. Setelah dapat berkomunikasi dengan keluarga pada
Maret 2019, Turini berulangkali mengancam keluarganya untuk bunuh diri apabila
tidak dapat memulangkannya kembali ke Indonesia.
Turini mengaku ancaman itu dilakukan karena dirinya sudah tidak tahan dengan
kondisi yang seperti di penjara.
Tak dibayar 21 tahun
Tak hanya merasa seperti di penjara, upah dari jerih payah Turini tak dibayarkan
semestinya. Dia memang merasa pernah digaji tiga hingga empat kali. Namun,
nilainya tak sebanding dengan kerjanya. Selebihnya dia tidak dibayar nyaris selama
21 tahun.
"Kalau kerja sebulan dikasih gajian kan? Sekarang, sekian tahun belum pernah
digaji. Sebelum-sebelumnya belum dikasih. Baru sekarang semua diurus KBRI," kata
Turini.
Turini bahkan nyaris menjadi korban penipuan majikannya saat mendekati
kepulangannya ke Indonesia. Majikannya menyebut bahwa dirinya sudah
mentransfer seluruh upah Turini ke Bank Indonesia.
Untungnya, Turini tidak menelan mentah-mentah informasi tersebut.
"Katanya udah dibikin cek, di Bank Indonesia. Saya mau lihat, tapi tidak dikasih. Dia
tuh bohongin, enggak dilihatin itu cek nya, sampai sekarang ketangkep (ditangani)
KBRI," ungkap Turini.
Yurnalis Chan, pengantar kerja Ahli Pertama, Subdit Perlindungan Tenaga Kerja
Indonesia, Direktorat Penempatan dan Perlindungan TKI dari Kementerian
Ketenagakerjaan, menyampaikan melalui rilisnya, pada 2 Juli 2019, pihak majikan
telah membayar semua sisa gaji Turini sebesar SR 152.000 di kantor KBRI.
Page 59 of 122.

