Page 77 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 JULI 2019
P. 77
sama MoU RI-Turki sebelumnya," kata Menteri Ketenagakerjaan RI M. Hanif Dhakiri
saat menerima Courtessy Call Minister of Family, Labour and Social Services Turki
H.E. Zehra Zumrut Selcuk, di Jakarta, Senin (22/7).
Beberapa area kerja sama yang dibahas antara lain terkait dengan pelatihan vokasi,
jaminan sosial untuk pekerja migran, penelitian ketenagakerjaan, dan peningkatan
upaya-upaya pencapaian kerja layak.
"Dalam pertemuan bilateral antara Pak Erdogan dan Pak Jokowi disebutlah kerja
sama bilateral bidang-bidang teknis termasuk bidang ketenagakerjaan yang harus
diupayakan segera terwujud," kata Hanif.
Dengan mempertimbangkan jumlah Pekerja Migran Indonesia yang cukup besar
jumlahnya di Turki, maka diperlukan peningkatan kerjasama di bidang penempatan
dan perlindungan PMI di Turki. Berdasarkan sektor usaha periode tahun 2017
hingga Juni 2019 adanya PMI di Turki sebanyak 2.473 orang.
"Pembentukan kerja sama ini merupakan upaya Pemerintah Republik Indonesia
dalam rangka memperluas penempatan tenaga kerja terampil Indonesia di sektor
formal sehingga Pekerja Migran Indonesia dapat menembus pasar kerja di kawasan
Eropa," kata Hanif.
Selain itu, dalam courtessy call tersebut, Menteri Tenaga Kerja Turki mengapresiasi
kinerja pemerintah Indonesia dalam mengurangi pengangguran di Indonesia.
Menaker Hanif mempromosikan pendekatan yang dipakai pemerintah Indonesia
mengenai hal tersebut.
"Pertama, kebijakan Pemerintah Indonesia dengan membuka investasi sebesar-
besarnya. Kedua, dampak dari pembangunan infrastruktur maka banyak menyerap
tenaga kerja. Ketiga, dana desa yang mana kebijakan Pak Jokowi ini untuk
membangun pedesaaan. Sehingga penyerapan tenaga kerja baik," kata Hanif.
Hanif menambahkan pemerintah Indonesia juga memfasilitasi digital ekonomi
dengan memberikan fasilitas kemudahan pajak, perbankan dan lain-lain sehingga e-
commerce yang begitu pesat pertumbuhannya menyerap tenaga kerja.
Sebagai negara dengan penduduk Islam yang besar dan aktif dalam berbagai forum
multilateral seperti G20, Organisasi Kerja Sama Negara-Negara Islam (OKI) dan lain
lain, Menaker Hanif meminta Menaker Turki untuk di G20 tidak hanya membahas
aging people, namun juga fokus pada negara yang mengalami bonus demografis
seperti Indonesia.
"Saya meminta Menaker Turki untuk bersama-sama aktif menyuarakan pentingnya
pemberdayaan pemuda yang akan menjadi kelompok besar di populasi Indonesia
melalui pelatihan-pelatihan vokasi dan peningkatan kesempatan untuk masuk dunia
kerja," kata Hanif.
Page 76 of 122.

